oleh

Bupati Belu Sekeluarga Dikunjungi Petugas Coklit KPUD

ATAMBUA, TIMORline.com-Bupati Belu Willybrodus Lay bersama keluarga dikunjungi petugas pencocokkan dan penelitian (Coklit) pemutakhiran data pemilih Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Belu.

Pemutakhiran data pemilih Bupati Willybrodus sekeluarga itu berkaitan dengan Pilkada Serentak 2020 di rumah jabatan Bupati Belu, Sabtu (18/07/2020).

Saat menerima petugas Coklit, Bupati Willybrodus mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk memberikan data sesuai dengan Kartu Keluarga (KK).

Apabila sudah selesai pencocokkan data, masyarakat Belu diminta menempelkan stiker pada pintu rumah agar petugas mudah mengetahui rumah atau keluarga tersebut sudah dilakukan Coklit.

Anggota Komisioner Propinsi NTT Bidang Tekknis Lodowyk Frederick meminta petugas pemutakhiran data pemilih langsung datang dari rumah ke rumah untuk memastikan data pemilih sudah benar atau ada yang perlu diperbaiki maupun ada kemungkinan warga yang belum terdaftar sebagai pemilih.

Menurut Lodowyk, khusus hari ini, KPU RI menetapkannya sebagai hari gerakkan coklit nasional. Sehingga, yang diutamakan hari ini adalah pemangku kepentingan seperti pejabat daerah untuk memastikan mereka terdaftar sebagai pemilih.

Dikatakan, dalam dokumen yang dikelolah Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) terdapat Form A yang sudah ada daftar nama, form AA adalah form kosong yang apabila ada yang belum terdaftar perlu didata baru, form AA.1 adalah tanda sudah dicoklit, sedangkan form AA.2 adalah stiker yang ditempel pada pintu pemilih yang sudah dicoklit.

Lodowyk menambahkan, petugas PPDP dapat bekerja maksimal agar paling lambat 13 Agustus sudah rampung. Selanjutnya akan direkap di tingkat desa/kelurahan oleh PPS dan di tingkat kecamatan oleh PPK dan berakhir di Kabupaten untuk menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Menurut Lodowyk, Daftar Pemilih Sementara atau DPS prosedurnya akan diumumkan sampai di tingkat RT/RW selama 10 hari untuk uji publik.

Dalam masa itu, masyarakat diharapkan aktif memastikan nama sudah terdaftar atau belum. Apabila belum ada atau kalau ada dan datanya salah supaya segera dilaporkan kepada petugas PPS di kelurahan/desa bersangkutan.

“Berkas yang harus disiapkan masyarakat untuk coklit yakni KK dan KTP”, tandas Lodowyk.

Coklit adalah salah satu kegiatan pemutakhiran data pemilih yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP/Pantarlih) dengan menemui pemilih secara langsung dari rumah ke rumah atau door to door.

Kegiatan ini sudah dimulai sejak 15 Juli 2020 sampai dengan 13 Agustus 2020.

Untuk sementara, jumlah pemilih Kabupaten Belu sebanyak 157.598 pemilih yang tersebar pada 12 Kecamatan di Kabupaten Belu.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar