oleh

Menuju Pilkada Malaka 2020, Emanuel Makaraek Gencar Konsolidasi Keluarga

EMANUEL Makaraek bersama timnya terus bergerak. Mereka mendatangi rakyat Kabupaten Malaka dari desa ke desa, siang dan malam.

Kedatangan mereka dari kampung ke kampung itu untuk konsolidasi keluarga. Ternyata, gerakan konsolidasi kekuarga itu sangat memikat hati masyarakat Malaka. Hal ini semakin memperteguh dan memperkuat konsistensi sikap politiknya menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malaka 9 Desember 2020 mendatang.

Nuel, begitu akrabnya Manuel Makaraek yang dihubungi di kediamannya, Kamis (16/07/2020), menjelaskan kalau dia sangat serius maju dalam Pilkada 2020 ini.

Keseriusan itu terbukti dari kesiapan diri dan timnya yang tidak pernah berhenti melakukan konsolidasi keluarga di kampung-kampung.

Bahkan, Nuel dan timnya kewalahan memenuhi permintaan keluarga untuk bertemu dengan mereka.

Baliho Emanuel Makaraek di Desa Meotroi Kecamatan Laenmanen. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Meskipun aktif melakukan sosialisasi diri di kampung-kampung menuju Pilkada Malaka 9 Desember, Emanuel dan timnya sadar sepenuhnya kalau situasi bangsa Indonesia saat ini termasuk di Kabupaten Malaka sedang dalam pandemi Covid-19.

Karena situasi ini, keluarga yang ditemuinya berjumlah hanya paling banyak 40 orang.

“Kita tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Tidak berkerumun dalam jumlah banyak orang, jaga jarak dan pakai masker”, katanya.

Mantan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Malaka itu mengatakan, kehadiran dirinya bersama tim di kampung-kampung hanya membawa hati dan tidak punya apa-apa.

“Saya tidak punya apa-apa untuk diberikan kepada keluarga di kampung-kampung. Saya hanya punya hati”, tandas Nuel.

Baliho Emanuel Makaraek di Desa Tunabesi Kecamatan Io Kufeu. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Soal parpol pengusung dirinya, Nuel bilang itu masih rahasia. Pada waktunya publik akan tahu. Sebab, Nuel dan tim tidak mau mendahului keputusan partai.

“Keputusan partai tidak dilakukan secara serta-merta. Keputusan partai didahului dengan survey. Sejauh mana survey itu dilakukan partai, partai lebih tahu”, katanya.

Untuk kepentingan survey partai, Nuel mengaku sudah melakukan konsolidasi keluarga sejak dua tahun lalu. Di desa-desa dan kampung-kampung sudah ada keluarga dan tim. Ada pula orang partai.

“Orang partai tahu apa yang keluarga dan tim omong dan lakukan di sana. Jadi, kita tidak mau klaim partai ini itu. Yang jelas, partai punya sikap dan keputusan politik yang dilakukan secara independen”, tandas Nuel.

Menurut Nuel, dari atribut sosialisasi diri yang dilakukannya saat ini, ada simbol-simbol yang mengindikasikan partai mana yang bakal menjadi pintu masuk pasangan calonnya di Pilkada Malaka 2020.

Baliho Emanuel Makaraek di Desa Manulea Kecamatan Sasitamean. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Selain tanda-tanda itu, pasangan bakal calon wakil kepala daerahnya adalah Drs Petrus Bere, MM. Petrus adalah mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Belu. Pernah menjadi Asisten I dan Inspektur Inspektorat Kabupaten Belu.

Sedangkan Nuel sebagai bakal calon kepala daerah adalah mantan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Malaka.

Jauh sebelumnya, Nuel adalah Kepala Bagian Organisasi pada Setkab Belu. Dalam jabatannya itulah Nuel menyusun struktur organisasi Pemkab Malaka menjelang keputusan Pemerintah Indonesia memutuskan pemekaran wilayah Kabupaten Belu dan pembentukan daerah otonom baru Kabupaten Malaka saat ini.

Keterlibatan aktif Nuel dalam urusan pemekaran Kabupaten Belu dan pembentukan Kabupaten Malaka itulah yang menjadi alasan kerinduan sebagian besar masyarakat Kabupaten Malaka mendorong Nuel maju dalam Pilkada Malaka 2020.

Semoga kerinduan masyarakat Malaka ini menjadi nyata bagi Nuel untuk memimpin Kabupaten Malaka lima tahun ke depan.

Sebagai bakal calon kepala daerah Kabupaten Malaka Periode 2021-2025, impian Nuel adalah menjadikan Kabupaten Malaka yang Bermartabat, Maju dan Sejahtera. Inilah Visi-nya.

Bagaimana meretas jalan kepemimpinannya membawa Kabupaten Malaka ke arah yang Bermartabat, Maju dan Sejahtera, Nuel sudah menyiapkan 10 Program Prioritas.

Ke-10 Program Prioritas itu adalah :

1. Pendidikan
2. Kesehatan
3. Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pertanian
4. Kebudayaan dan Pariwisata
5. Perluasan lapangan kerja
6. Kependudukan
7. Pemuda, Olahraga dan Seni
8. Infrastruktur
9. Tata Ruang Wilayah
10. Kinerja Birokrasi.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar