oleh

Advertorial: Kegiatan Pembelajaran di Sekolah Belum Diperbolehkan di Malaka

PEMERINTAH Kabupaten Malaka belum memutuskan untuk membuka kegiatan pembelajaran di sekolah, sehingga kegiatan pembelajaran siswa tetap berjalan dengan sistem belajar dari rumah (BDR).

Pasalnya, untuk membuka kegiatan pembelajaran di era New Norm atau tatanan hidup baru dalam masa pandemi Covid-19 ini, pihak sekolah sendiri harus mempersiapkan beberapa hal yang wajib ada terkait protokol Covid-19, sebagaimana disyaratkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 (empat) menteri.

Hal tersebut disampaikan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH melalui pesan WhatsApp-nya, Senin (13/07/2020) pagi.

Dalam SKB empat menteri tersebut, menurut Bupati Stefanus, telah diatur panduan penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk daerah yang masuk kategori Zona Hijau. Antara lain, sekolah diwajibkan mengisi daftar periksa pada laman Dapodik; mendapat izin tatap muka dari setiap orang tua/wali siswa secara tertulis; dan mendapat izin dari Pemerintah Daerah.

“Di Kabupaten Malaka, Bupati Malaka belum keluarkan izin untuk kegaiatan pembelajaran tatap muka, sehingga sekolah dilarang mengadakan pembelajaran tatap muka atau menghadirkan siswa di sekolah sebelum ada izin tertulis dari Bupati Malaka”, ungkap Bupati.

Bupati Stefanus lebih jauh meminta para kepala sekolah dan para guru melakukan persiapan-persiapan teknis, seperti mengisi daftar periksa, membuat kesepakatan dengan komite (orangtua siswa) untuk mendapatkan izin, membagi tugas para guru, mengatur jadwal tatap muka dan shift untuk tatap muka minimal 50 persen, dan menyiapkan materi-materi pembelajaran.

“Saat ini kita memberikan kesempatan kepada sekolah untuk melakukan persiapan-persiapan teknis, baru dilakukan evaluasi secara teknis oleh Dinas PKPO dan dilaporkan ke Bupati untuk dikeluarkan izin tatap muka”, tandas Bupati.

Pemberlakuan aktivitas pembelajaran di sekolah tersebut akan didahului rapat persiapan antara Pemda selaku Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Malaka, Forkompimda bersama para kepala sekolah/guru, orangtua, pemilik sekolah untuk pengambilan keputusan bersama, kapan boleh dimulai, tentunya setelah semua persiapan beres.

“Pastinya, sebelum diputuskan, akan ada rapat bersama untuk memutuskan kapan dimulai dan bagaimana ketentuannya, seperti yang kita lakukan untuk membuka aktivitas perkantoran, tempat ibadah, pesta, pariwisata dan olahraga” tambah Bupati Malaka.

Bupati berharap, semua sekolah yang ada di Kabupaten Malaka mempersiapan segala sesuatu secara serius sehingga pemberlakuan New Norm di sekolah nantinya tidak menimbulkan persoalan. (*)

Komentar