oleh

Advertorial: Bupati Belu Launching Bantuan JPS 2020 bagi 1.096 KPM di Kecamatan Atambua Barat

Bupati Belu Willybrodus Lay saat melaunching bantuan JPS yang bersumber dari DAU Pemkab Belu bagi warga Kelurahan Umanen di Aula Kantor Kecamatan Atambua Barat, Jumat (26/06/2020). (Foto: Dok Diskominfo Kabupaten Belu).

BUPATI Belu Willybrodus Lay melaunching
Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) bagi 1.096 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Jaring Pengaman Sosial (JPS) Tahun 2020 di Kecamatan Atambua Barat.

Dari 1.096 KPM itu, 699 KPM di antaranya ada di Kelurahan Umanen, sedangkan 397 KPM lainnya di Kelurahan Berdao.

Launching dilakukan secara berbeda di Aula Kantor Kecamatan Atambua Barat dan Kantor Kelurahan Berdao, Jumat (26/06/2020).

Launching ditandai dengan penyerahan buku rekening kepada KPM.

Saat launching di Aula Kantor Kecamatan Atambua Barat bagi warga Kelurahan Umanen, Bupati Belu Willybrodus Lay menjelaskan, bantuan uang yang diterima warga bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu. Karena itu, uang yang sudah diterima harus digunakan seperlunya dan sebaik-baiknya.

Bupati Belu Willybrodus Lay (tengah) saat memberi pengarahan kepada warga saat melaunching bantuan JPS Tahun 2020 di Kantor Kecamatan Atambua Barat, Jumat (26/06/2020). (Foto: Dok Diskominfo Kabupaten Belu).

Menurut Bupati Willybrodus, bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam nerespon dampak Civid-19 inilah keluar kebijakan tidak hanya dari Pemerintah Kabupaten tetapi juga dari pemerintah propinsi dan pusat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Bantuan-bantuan itu berupa banntuan Jaring Pengaman Sosial (JPS), Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Sosial (Bansos), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Sembako.

“Adanya bantuan-bantuan itu kemudian menunda semua program dan kegiatan pembangunan tahun ini. Kita lebih pentingkan kesehatan masyarakat”, tandas Bupati Willybrodus.

Bagi para pengurus bantuan, bupati yang pengusaha sukses ini mengharapkan, saat melakukan pendataan terhadap calon penerima bantuan tidak terjadi pendobelan nama penerima bantuan.

Nama-nama calon penerima pun diminta untuk ditempelkan di kantor desa atau kecamatan setempat.

Warga Kelurahan Umanen mengecek nama penerima bantuan JPS di papan informasi kelurahan sebelum launching, Jumat (26/06/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/timorline.com).

Penempelan daftar nama calon penerima itu dimaksudkan sebagai informasi publik yang perlu diketahui masyarakat terutama KPM yang namanya terlupakan.

Bagi yang sudah berumah tangga dan mempunyai anak tetapi belum menikah dan tidak mempunyai kartu keluarga, Bupati Willybrodus mengingatkan para pengurus pendataan supaya tetap didata namanya sehingga mereka juga boleh mendapat bantuan.

“Bagi yang namanya belum didata tidak perlu protes atau marah-marah kepala desa, lurah, camat dan para pengurus dusun, tetapi yang bersangkutan datang ke kantor untuk melaporkan diri dengan membawa data dirinya, sehingga para kepala desa, lurah dan camat membantu memasukkan namanya untuk diusulkan di tahap berikutnya”, demikian Bupati Willybrodus.

Hal senada disampaikan Bupati Willybrodus di Kantor Kelurahan Berdao.

Terpantau, KPM bantuan JPS di Kelurahan Umanen dan Kelurahan Berdao sangat antusias mendatangi kantor kelurahan setempat.

Bantuan JPS bagi warga Kelurahan Umanen yang semula direncanakan dilaunching di Kantor Kelurahan, dipindahkan ke Aula Kantor Kecamatan Atambua Barat.

Warga Kelurahan Umanen memadati halaman Kantor Kecamatan Atambua Barat saat antrian menerima bantuan JPS Tahun 2020, Jumat (26/06/2020). (Foto: Cyriakus Kiik/timorline.com).

Halaman depan Kantor Kecamatan Atambua Barat tampak dipadati warga. Sebab, selain penerima bantuan, ada anggota keluarga yang datang antar. Sebagian berdiri  di sepanjang jalan di depan kantor UPK Moris Diak Kecamatan Atambua Barat.

Bahkan, ada pula yang duduk lesehan di antara tanaman sekedar bernaung di sekeliling kantor UPK Moris Diak.

Di Kelurahan Berdao, warga dan parkiran warga memenuhi ruas jalan dari lampu merah sentral sampai di perempatan Dusun Mangga Dua.

Mereka mendatangi kantor kelurahan masing-masing sejak pagi pukul 07.00 wita menggunakan kendaraan roda dua baik pribadi maupun sewaan. Bahkan, ada yang berjalan kaki.

Setiba di halaman Kantor Kelurahan, warga calon penerima bantuan JPS diingatkan untuk cuci tangan yang disiapkan di pintu masuk.

Warga juga diingatkan untuk menggunakan masker. Yang tidak menggunakan masker diminta kembali ke rumah untuk mengambil masker.

Para relawan Covid-19 melalui pengeras suara mengingatkan warga yang berkerumun untuk jaga jarak. Sebab, saat ini masih dalam pandemi Covid-19.

Pertama kali yang dilakukan warga setiba di kantor kelurahan adalah mendatangi papan informasi kelurahan untuk memastikan nama mereka apakah terdata sebagai penerima bantuan atau tidak.

Mereka juga membawa serta dokumen kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) foto copy plus asli dan foto copy kartu keluarga (KK) plus asli.

Sesuai data Kelurahan Umanen,
jumlah KPM penerima JPS di Kelurahan Umanen sebanyak 699 KK. Selain itu, KPM penerima PKH sebanyak 174 KK, Sembako 115 KK dan BLT 337 KK.

Sedangkan dari 727 KK yang ada di Kelurahan Berdao, 523 KK di antaranya terdata sebagai penerima bantuan. Rinciannya, Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)sebanyak 18 KK, Perluasan Sembako Covid-19 sebanyak 7 KK, Bantuan Sosial Tunai (BST) sebanyak 83 KK, Program Keluarga Harapan (PKH) 18 KK dan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang berasal dari APBD sebanyak 397 KK.

Editor: Cyriakus Kiik (Layanan Publik ini terselenggara atas kerjasama TIMORline.com dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu).

Komentar