oleh

Anggaran Penanganan Covid-19 Naik Jadi Hampir Rp700 Triliun

-Nusantara-20 views

JAKARTA, TIMORline.com-Anggaran penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 tercatat mengalami peningkatan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan angka penanganan menjadi Rp695,2 triliun naik dibandingkan sebelumnya Rp677,2 triliun.

Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah telah menyampaikan anggaran ini di sidang kabinet.

“Pemerintah telah menyampaikan di sidang kabinet ada tambahan belanja dari Perpres 54. Beberapa biaya penanganan Covid-19 ditingkatkan,” kata dia dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/06/2020), sebagaimana dikutip finance.detik.com

Dia mengungkapkan, angka tersebut terdiri dari anggaran kesehatan Rp87,55 triliun sebelumnya Rp75 triliun. Anggaran ini termasuk untuk peningkatan sarana kesehatan namun juga insentif untuk tenaga medis hingga belanja alat kesehatan.

Menurut dia, anggaran untuk perlindungan sosial dialokasikan sebesar Rp203,9 triliun. Angka ini tidak berubah dan tetap ditujukan untuk program keluarga harapan (PKH), sembako, bantuan langsung tunai hingga diskon listrik.

Kemudian, pemerintah juga memberikan insentif untuk dunia usaha hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sementara itu untuk alokasi insentif dunia usaha sebesar Rp120,61 triliun dan untuk UMKM sebesar Rp123,46 triliun seperti insentif dalam bentuk relaksasi perpajakan.

Sri Mulyani mengungkapkan anggaran untuk pembiayaan korporasi tercatat Rp53,57 triliun naik dibandingkan sebelumnya Rp44,57 triliun. Kemudian anggaran untuk sektoral Kementerian Lembaga dan pemerintah daerah tercatat Rp106,11 triliun naik dibandingkan sebelumnya Rp97,11 triliun.

Menurut dia, seluruh APBN saat ini fokus untuk mengurangi tekanan berat di kuartal II dan diharapkan kuartal III terjadi pemulihan dan tekanan mereda.

“Dengan demikian, masyarakat, dunia usaha, dan daerah bisa mulai melakukan pemulihan kegiatan ekonominya. Sehingga, mengurangi tekanan akibat penurunan kesejahteraan sebagai dampak Covid-19,” jelasnya.

Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: finance.detik.com

Komentar