oleh

Persani NTT Serukan Persatuan Kaum Penyandang Disabilitas

BETUN, TIMORline.com-Koordinator Perkumpulan Penyandang Tuna Daksa Kristiani (Persani) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Serafina Bete menyerukan adanya persatuan penyandang disabilitas di seluruh negeri termasuk di Kabupaten Malaka, wilayah Indonesia di Propinsi NTT yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

Seruan itu disampaikannya saat bincang-bincang dengan seluruh pengurus dan anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Kabupaten Malaka (Persama) di Hotel Ramayana, Betun-Desa Umanen Lawalu, Senin (15/06/2020).

Kehadiran para pengurus dan anggota Persama di hotel ini untuk mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Badan Pengurus dan Anggota Organisasi Penyandang Disabilitas Persama Malaka.

Kegiatan ini diselenggarakan Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) dalam kemitraan dengan Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) atas kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka.

Menurut Serafina, persatuan penyandang disabilitas sangat penting. Sebab, penyandang disabilitas hanya bisa didengar kalau ada organisasinya.

“Sudah saatnya penyandang disabilitas bersuara”, tandas Serafina.

Serafina yang biasa diakrabi Fina itu mengungkapkan, penyandang disabilitas di masa lalu mendapat banyak cap buruk. Antara lain, dikatai sebagai orang tidak berguna, menjadi beban keluarga, hanya sebagai masalah, dan lain sebagainya.

Atas cap-cap itu, Serafina menegaskan sekaligus meneguhkan para pengurus dan anggota Persama kalau kaum penyandang disabilitas tidak pernah mengharapkan lahir ke dunia dalam keadaan telinga tuli, mata buta atau kaki-tangan tidak ada.

Fina menegaskan, semuanya orang berpotensi disabilitas. Sebab, semakin lama semakin berumur, orang mulai mata rabun, pendengarannya terganggu atau jalan sudah tidak kuat.

“Ada pandangan yang salah bahwa penyandang disabilitas itu hanya mereka yang tidak ada kaki-tangan atau lumpuh. Tetapi, semua kita berpotensi menjadi penyandang disabilitas”, kata Fina.

Fina yang pernah mengikuti Konferensi Penyandang Disabilitas di Swiss dan Australia ini menegaskan, kaum penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama dengan warganegara lainnya.

Dia berharap pemerintah termasuk Pemkab Malaka untuk memberi akses bagi kaum penyandang disabilitas di semua bidang. Antara lain di pemerintahan dengan menjadi perangkat desa.

Di bidang pendidikan, menurut Fina, kaum penyandang disabilitas perlu dipermudah untuk mendapat pendidikan yang memadai di semua jenjang pendidikan.

Fina juga menegaskan, kaum disabilitas, anak dan perempuan itu dilindungi undang-undang.

“Kehadiran kaum panyandang disabilitas bukan untuk melawan pemerintah tetapi hanya untuk meminta apa yang menjadi haknya. Hak-hak penyandang disabilitas dijamin dalam undang-undang “, demikian Fina.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar