oleh

Dinas PUPR NTT Bantu Warga Terdampak Genangan Air dan Banjir di Malaka

BETUN, TIMORline.com-Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Balai Pengembangan Pemukiman Wilayah (BPPW) NTT, Senin (08/06/2020), membantu warga Kabupaten Malaka yang terdampak genangan air hujan dan luapan banjir, akhir Mei 2020.

Bantuan itu berupa enam fiber, masing-masing berkapasitas 2.000 liter.

Kali ini, warga terdampak genangan air hujan dan luapan banjir yang mendapat bantuan tersebut adalah warga Desa Rabasa Kecamatan Malaka Barat.

Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Tanggap Darurat BPPW NTT pada Dinas PUPR NTT Andri Pandual di sela-sela kegiatan tersebut, kepada media menjelaskan, bantuan fiber tersebut merupakan jawaban atas permintaan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka.

Menurut Andri, fiber itu berkapasitas 2.000 liter. “Bantuan fiber ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak genangan air hujan dan luapan banjir Motadelek”, tandas Andri.

Fiber pertama ditempatkan di Posko Covid-19 01 Desa Rabasa, tepatnya di Dusun Wemean.

Sedangkan lima fiber lainnya disebar di dusun lainnya.

Terpantau, warga Dusun Wemean sangat gembira menyambut baik bantuan fiber tersebut.

Ini terlihat, setelah fiber tersebut diisi air bersih dari tanki air bersih milik Dinas PUPR NTT yang dibawa PPK Tanggap Darurat BPPW NTT bersama timnya, warga langsung berebutan mengambil air. Mereka menggunakan jerigen berukuran lima liter.

Kepala BPBD Kabupaten Malaka Gabriel Seran mengapresiasi bantuan fiber tersebut.

“Bantuan tersebut merupakan permintaan kita bagi warga terdampak genangan air hujan dan luapan banjir Motadelek baru-baru ini”, jelas Gabriel.

Ucapan terimakasih yang sama disampaikan Penjabat Kepala Desa (Kades) Rabasa Agustinus Nahak.

Menurut Agustinus, air bersih merupakan masalah serius warganya. Sehingga, bantuan fiber itu sangat membantu untuk meminimalir kesulitan kebutuhan air bersih warga desanya.

Tetapi, Agustinus tidak lupa mengungkapkan kegelisahan warganya kepada Andri Pandual, PPK Tanggap Darurat BPPW NTT pada Dinas PUPR NTT.

Sebab, setelah fiber diisi pakai tanki air milik Dinas PUPR NTT habis, warganya akan kesulitan air lagi.

“Fiber ini mau diisi air pakai apa. Kami tidak ada tanki. Jadi, kemungkinan besok atau lusa, fiber ini ditaruh jauh di belakang sana”, demikian canda Agustinus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar