Bupati Belu Apresiasi Transparansi Pembagian BLT-DD Mandeu

LABUR, TIMORline.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai dana Desa (BLT-DD) bagi 207 Kepala Keluarga (KK) di Desa Mandeu Kecamatan Raimanuk.

Bantuan itu diserahkan Bupati Belu, Willybrodus Lay secara simbolis kepada perwakilan keluarga penerima manfaat di Kantor Desa Mandeu Kecamatan Raimanuk, Selasa (02/06/2020).

Bupati Willybrodus menilai pembagian BLT-DD di desa ini sangat transparan. Sebab, nama-nama penerima ditempelkan di papan informasi desa.

“Nama-nama penerima manfaat ditempelkan di papan informasi. Jadi, masyarakat bisa cek nama dan bantu pemerintah mengawasi BLT ini. Jika ada pendoublan nama atau kekeliruan bisa dilaporkan untuk diperbaiki,” tandas Bupati Willybrodus.

Bupati Willybrodus juga menjelaskan, ada Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan perluasan ekonomi untuk mengcover KK lain apabila BLT-DD tidak cukup untuk menyentuh seluruh masyarakat yang terdampak.

“Jika ada yang namanya tidak terdaftar, silahkan melapor. Apabila BLT-DD tidak cukup untuk menjangkau seluruh keluarga penerima manfaat, Pemkab Belu telah menyiapkan sejumlah dana lewat JPS dan perluasan ekonomi untuk mengcover itu,” katanya.

Lebih jauh Bupati Willybrodus berharap, bantuan yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat dan dapat dimanfaatkan secara baik untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

“Orangtua yang ingin pergi ke pasar atau pun beli sirih-pinang, tolong minta bantuan cucu. Sebab, penyebaran covid lebih banyak di tempat umum dan orangtua sangat rentan terpapar,” tandas Bupati Willybrodus.

Sebelumnya, Kepala Desa Mandeu Heribertus Luan melaporkan, di desanya terdapat 207 KK yang menerima BLT-DD.

Sedangkan KK lainnya sudah menerima jenis bantuan lain dengan total keseluruhan penerima bantuan sebanyak 663 KK.

Selain itu, Kades Heribertus menyebut, ada 11 KK yang saat ini belum terakomodir BKT-DD karena terkendala dokumen administrasi kependudukan dan hal teknis lainnya.

Namun, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dan Dinas Sosial untuk mencari solusi terbaik.

Kades Heribertus juga mengingatkan warganya untuk melakukan transaksi jual-beli di desanya, sehingga peredaran uang tetap berada di Desa Mandeu.

Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: Prokompim Setkab Belu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *