Gubernur NTT Dorong Optimisme Ekonomi Internasional, Tidak Melawan WHO

KUPANG, TIMORline.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama para kepala daerah di wilayahnya memutuskan untuk mengaktifkan kembali tata kelola pemerintahan, pembangunan, pelayanan kemasyarakatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terhitung mulai 15 Juni 2020 mendatang.

Keputusan ini dicapai dalam Rapat Koordinasi secara virtual antara Gubernur VBL bersama para kepala daerah se-NTT pada Selasa (26/05/2020).

Keputusan itu kemudian ditanggapi dan ditafsir publik secara beragam termasuk media massa. Bahkan ada yang menuding keputusan Gubernur VBL tersebut bertentangan dengan protokol kesehatan yang dikeluarkan pihak World Health Organization (WHO).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 Propinsi NTT Jelamu Ardu Marius dalam temu media di Kupang, Jumat (29/05), menegaskan, keputusan Gubernur VBL itu tidak melawan WHO tetapi untuk mendorong optimisme ekonomi internasional.

Menurut Marius, pengaktifan kembali tata kelola pembangunan dan tata kelola bidang-bidang lainnya, sektor-sektor swasta, jasa usaha yang akan dimulai pada 15 Juni 2020 menyusul adanya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), lockdown di sejumlah negara. Antara lain di Jepang, Swiss, Italia, Amerika dan China.

“Pelonggaran ini bertujuan agar sektor sosial dan ekonomi internasional berjalan seperti biasa. Kontennya sama, artinya di samping kita menangani Covid-19, kita juga tetap mempertahankan stamina sosial dan stamina ekonomi masyarakat. Jadi, tidak hanya negara kita, tidak hanya NTT tapi sejumlah negara lainnya di dunia juga melakukan pelonggaran-pelonggaran”, tandas Marius.

Dijelaskan, sebetulnya pelonggaran-pelonggaran sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia dan NTT pada khususnya lebih lambat.

Sebab, di negara lain lebih cepat. Swiss 6 Juni, Jepang 30 Mei. China malahan lebih awal.

“Jadi, Bapak Gubernur bermaksud kita tidak terlalu takut menghadapi virus corona. Bapak Gubernur ingin membangun optimisme masyarakat NTT menghadapi virus corona dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan WHO. Gubernur tidak melawan WHO”, demikian Marius.

Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: humasntt.web.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *