TERKINI! Data Monitoring Covid-19 di Kabupaten Belu

ATAMBUA, TIMORline.com-Perkembangan terkini data monitoring dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Belu hingga Sabtu, 30 Mei 2020 Pukul 15:00 Wita, jumlah total Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan sebanyak 1.861 orang berkurang sebesar 1.720 orang sehingga tersisa 141 orang Pelaku Perjalanan Beresiko dalam pantauan.

Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 76 orang, berkurang 72 orang karena telah selesai masa pemantauan sehingga total ODP hari ini 4 orang yang tersebar di Kecamatan Raihat (1 orang) dan Kecamatan Raimanuk (1 orang), Kecamatan Tasifeto Barat (1 orang) dan Kecamatan Kota Atambua (1 Orang).

Sementara Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 25 orang, tersebar di Kecamatan Tasifeto Timur (1 orang), Kecamatan Kota Atambua (8 orang), Kecamatan Atambua Barat (7 orang), Kecamatan Atambua Selatan (8 orang) dan Kecamatan Tasifeto Barat (1 Orang).

Ada pun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1 orang (Kecamatan Tasifeto Timur) sementara dirawat di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. Sedangkab Orang yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 nihil.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 Kabupaten Belu Christoforus Melianus Loe Mau dalam rilis yang dikeluarkan di Atambua, Minggu (30/05/2020), mengatakan,
walaupun data monitoring orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus mengimbau masyarakat setempat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat, berdiam diri di rumah saja, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan pakai sabun dan jika beraktivitas di luar rumah wajib memakai masker.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan pada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Belu meminta mereka melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

Atas anjuran World Health Organization (WHO), Presiden RI joko Widodo mengarahkan semua masyarakat menggunakan masker.

“Masker N95 dikhususkan kepada tenaga medis, sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci”, katanya.

Kepada para pelintas yang memasuki wilayah Kabupaten Belu, Juru Bicara Melianus meminta mereka wajib menaati semua aturan yang ada di setiap Posko Pemantauan tanpa terkecuali demi keselamatan kita bersama.

Disampaikan juga, untuk mengatasi dampak Covid-19 Pemerintah menyalurkan beberapa bantuan, yakni Bantuan Sosial Tunai (BST), Perluasan Program Sembako, Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Dampak Ekonomi dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Pastikan seluruh warga yang berhak, menerima bantuan ini. Apabila ada keluhan silahkan menghubungi/SMS/WhatsApp Call Center 082112034821 & 082247307400 (Sertai Nama, No. KTP dan Alamat Lengkap).

“Bersama kita bisa. Salam tangguh, salam kemanusiaan”, demikian Juru Bicara Melianus.

Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *