Mentan RI Bantu Alsintan, Sembako dan Obat-obatan bagi NTT

KUPANG, TIMORline.com-Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsinta) berupa traktor roda empat 43 unit dan eksavator 1 unit.

Selain itu, Mentan Syahrul juga memberikan semen baku sebanyak 11.845 dosis dan SN2 cair sebanyak 15.795 liter untuk penanganan virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika yang menyerang ternak babi di NTT, penyerahan benih bawang merah dan jagung secara simbolis kepada perwakilan petani, dan sembako bagi masyarakat.

Mentan Syahrul juga melakukan pelepasan 2 truk kontainer jagung sebanyak 42 ton ke Surabaya, melakukan uji coba traktor, penanaman jagung secara simbolis dan kegiatan inseminasi sapi.

Mentan Syahrul dalam sambutannya menyatakan siap mendukung penuh pengembangan pertanian di NTT. Sebab, Mentan yakin, komitmen kuat Gubernur NTT dan dukungan semua komponen terkait, pertanian dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat NTT.

“Saya ada di belakangmu sebagai saudara dan kakak, Pak Gubernur. Kita akan ubah NTT. Tidak ada yang gersang. Saya siap bantu Pak Gubernur demi kesejahteraan masyarakat NTT,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo saat bertatap muka dengan perwakilan kelompok tani di Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Jumat (29/05/2020).

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode itu mengaku sangat tertarik dengan keinginan kuat dan ide-ide inovatif Gubernur Viktor yang ingin supaya NTT tidak miskin. Sesungguhntya, jawaban untuk mengatasi kemiskinan tersebut ada di depan mata kita.

“Saya suka tantangan seperti ini. Mengatakan untuk tidak miskin itu, jawabannya sudah ada di NTT. Jawabannya adalah pertanian. Tuhan memberi kita tanah, air, api, angin untuk bisa hidup lebih baik dan tidak miskin. Yang miskin itu kalau kita tidak kerja,” ujar mantan Bupati Gowa dua periode tersebut.

Pria yang memulai karier dari Kepala Desa itu mengungkapkan, pertanian, peternakan dan perikanan merupakan kunci utama menuju kesejahteraan. Ini harus jadi kerja semua orang.

Kementerian yang dipimpin Syahrul itu siap mendukung dengan agenda akademik lewat lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) untuk research, agenda aksi, penyediaan bibit dan alat pertanian serta kebijakan lainnya untuk mendukung pengembangan pertanian NTT.

“Pompa airnya ditambah lagi untuk NTT, ya, Pak Dirjen Tanaman Pangan, biar supaya air tetap mengalir di sini. Tambah 20 unit lagi untuk NTT. Excavator dan alat power streasher untuk pengeringan hasil panen juga harus disiapkan Pak Dirjen. Bila perlu alat pengering kombain yang besar sehingga habis panen, petani di sini bisa langsung tanam lagi. Saya juga minta Pak Dirjen datangkan cold storage besar sehingga sayur-sayur petani tetap segar, tidak cepat layu,” ujar Mentan Syahrul.

Mantan camat teladan seluruh Indonesia itu berharap dukungan Kementan dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian di NTT. Pemerintah daerah dapat menggandeng pihak perbankan untuk mengembangkan pertanian masyarakat.

Dijelaskan, satu hektar lahan pertanian di NTT dapat memroduksi 5 ton jagung. Itu berarti 5 ton jagung kali harga jagung 1 kg sekitar 3.000 sama dengan 15 juta. Ongkos kerja sambil merokok, makan-minum dan sedikit pesta-pesta serta ongkos traktor bisa habiskan 4 sampai 5 juta rupiah. Masih ada sisa 10 atau 9 juta rupiah.

Menurut Mentan Syahrul, secara manual petani mungkin hanya bisa kerja lahan 1 sampai 2 hektar dalam sehari. Namun dengan traktor, kita bisa kerja 4 sampai 8 hektar sehari. Kalau kita punya lahan 4 hektar saja berarti kita bisa dapat 60 juta dalam 3 bulan.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menjelaskan, struktur tanah di NTT ini batu bertanah, bukan tanah berbatu. Dengan bantuan alsintan yang ada, batunya bisa diambil dan lahan-lahan kering bisa dikelolah semuanya.

“Komitmen Pemerintah Propinsi NTT untuk menanam lahan-lahan kosong dengan dukungan sistem pengairan yang cukup, setidaknya bisa melakukan panen dua kali setahun. Panen dua kali ini merupakan satu transformasi budaya tanam khusus untuk Timor dan Sumba. Kalau di Flores sudah biasa tanam dua kali setahun”, demikian Gubernur VBL.

Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *