Perintah Gubernur VBL Bongkar Portal di Jalan, di Malaka Tidak Ada

MAUMERE, TIMORline.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengadakan video conference (vicon) bersama Bupati dan Walikota se-NTT di Maumere, ibukota Kabupaten Sikka, Selasa (26/05/2020).

Dalam vicon tersebut, Gubernur VBL bersama para bupati dan walikota se-NTT membahas masalah penanganan Corona Virus Diases 2019 atau Covid-19.

Kepada para bupati dan walikota se-NTT, Gubernur VBL memerintahkan segera membongkar portal jalan yang dipasang di perbatasan wilayah desa, kecamatan dan/kabupaten.

Ia menilai pemasangan portal di jalan tidak mampu memberantas penyebaran covid-19. Sebaliknya, justru menutup akses ekonomi antar kabupaten.

“Kondisi saat ini dengan keterbatasan, kita tidak boleh menutup akses antarkabupaten. Lama-lama kita mati bukan karena masalah Covid-19 tetapi mati karena masalah ribut batas. Saya minta segera bongkar portal di jalan. Pasang portal jalan itu menunjukan kepala daerah ketakutan,” tegas Gubernur VBL.

Dalam pengalaman selama masa pandemi covid-19, pemasangan portal di jalan memakan korban seorang bayi karena harus tertahan tidak boleh masuk.

“Ada bayi meninggal gara-gara ditahan tidak boleh masuk. Sebagai pemimpin kita harus bertanggungjawab. Pemimpin yang paling rendah di dunia karena takut terhadap kondisi. Pemimpin bodoh tidak apa-apa tetapi jangan ketakutan,” ucap politisi Partai NasDem itu.

Lebih jauh Gubernut VBL meminta seluruh kepala daerah jangan ada lagi penutupan akses jalan.

“Portal-portal yang ada segera dibuka. Saya jangan dengar lagi ada pemasangan portal di jalan. Kita harus hidup seperti saudara,” papar Viktor.

Gubernur VBL berkeinginan, dengan kondisi saat ini seluruh kepala daerah fokus pada pemulihan ekonomi dengan menjalankan program-program pemerintah terutama program pemberdayaan.

“Saya ingin kepala daerah segera mendesain program kerja 2020-2021. Programnya jelas dan terarah. Jangan program banyak, uang banyak tetapi tidak ada hasil satu pun,” terang Viktor

Gubernur VBL menegaskan, pada Juni mendatang, seluruh kepala daerah harus mulai melakukan aktivitas seperti biasa dengan fokus menjalankan program-programnya.

“Saya minta kita fokus program-program ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat”, demikian Gubernur VBL.

Bupati Malaka Stefanus Bria Seran yang dihubungi melalui akun WhatsApp-nya, Selasa (26/05/2020) malam, mengatakan, di Kabupaten Malaka tidak ada portal. Yang ada adalah pos pemantauan orang dalam perjalanan.

Menurut Bupati Stefanus, yang disebut portal jalan berarti jalannya diblokade, siapa pun tidak bisa melintas.

“Nahh, jalan-jalan di Malaka tidak diblokade. Yang ada itu posko pemantauan lalulintas orang dan kendaraan”, demikian Bupati Stefanus.

Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *