oleh

Kapolres Malaka: Jangan Remehkan Covid-19

BETUN, TIMORline.com-Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno mengingatkan masyarakat Kabupaten Malaka khususnya masyarakat Desa Kakaniuk Kecamatan Malaka Tengah untuk tidak meremehkan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Sebab, Covid-19 adalah virus yang sangat berbahaya dan mematikan.

“Virus ini jangan dianggap sepele atau biasa-biasa saja. Tetapi ini virus yang luar biasa. Virus yang luar biasa sehingga tidak boleh dianggap remeh”, kata Kapolres Albert di hadapan masyarakat di Kantor Desa  Kakaniuk, Selasa (19/05/2020).

Menurut Kapolres Albert, kedatangannya di Desa Kakaniuk untuk memberikan informasi kepada masyarakat setempat tentang bahayanya Covid-19.

Sebab, siapa yang kena virus ini, tidak ada seorang pun yang menolong.

“Kalau yang kena virus ini adalah bapak maka mama, anak-anak dan keluarga tidak bisa memberi pertolongan apa pun. Kalau meninggal, yang kubur hanya dua orang”, katanya.

Kapolres Albert mengaku sangat serius bertemu dengan masyarakat Malaka untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya Covid-19.

Untuk mengingatkan masyarakat, Kapolres Albert berkeliling dari desa ke desa.

“Kami sangat sayang bapak mama. Sehingga, kami harus memastikan bapak mama semua di kampung dalam keadaan sehat”, kata Kapolres Albert.

Dalam berbagai kunjungan ke kampung-kampung, Kapolres Albert selalu bersama-sama dengan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Dandim 1605/Belu Letkol Inf Ari Dwi Nugroho dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam kunjungan kali ini, Kapolres Albert juga bersama-sama dengan Bupati Stefanus dan Dandim Nugroho bersama para pimpinan OPD di lingkup Pemkab Malaka.

Dandim Nugroho mengingatkan, di masa-masa sulit pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat Malaka harus menghindari kegiatan-kegiatan lain seperti minum mabuk dan judi.

Sebaliknya, masyarakat Malaka harus jaga kesehatan. Sebab, dampak Covid-19 sangat luas. Tidak hanya masalah kesehatan tetapi juga masalah sosial dan ekonomi.

Bupati Malaka Stefanus Bria Seran mengatakan, bantuan yang diberikan pemerintah baik pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten harus dikawal saat pembagian.

“Saat pembagian bantuan harus ada saksi”, tandas Bupati Stefanus.

Beda dengan daerah lain, bupatinya turun langsung ke desa-desa untuk bagi bantuan. Tetapi, Bupati Stefanus bilang, di Kabupaten Malaka ada dinas, kecamatan dan pemerintah desa yang bertugas bagi bantuan.

Bupati Stefanus maupun Kapolres Albert dan Dandim Nugroho mengimbau masyarakat Kabupaten Malaka khususnya masyarakat Desa Kakaniuk untuk mematuhi aturan-aturan Covid-19 dalam mencegah penyebaran Covid-19, yakni pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan berdiam di rumah saja.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar