oleh

Advertorial: Di Masa Pandemi Covid-19: Pemkab Belu Hadir Bawa Bantuan, Rakyat Tidak Susah

PENYALURAN bantuan pemerintah kepada masyarakat dalam berbagai bentuk. Tergantung realitas masyarakat. Bisa dalam situasi normal. Bisa juga dalam situasi darurat. Mungkin pula karena bencana. Sehingga, bantuan pemerintah bisa saja menjadi solusi atas persoalan atau realitas sosial yang terjadi dan dialami masyarakat.

Salah satu realitas sosial dimaksud adalah mewabahnya Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 saat ini.

Pemerintah Indonesia sejak Maret 2020 lalu menetapkan pandemi Covid-19 di Indonesia sebagai bencana non alam. Sebagai bencana, Presiden RI Joko Widodo sebagai kepala pemerintahan memerintahkan semua jajaran pemerintahan di bawah untuk merespon pandemi Covid-19 dengan mengalokasikan anggaran dalam jumlah ratusan juta sampai miliaran rupiah.

Di tingkat pemerintahan desa, dialokasikan anggaran ratusan juta. Sedangkan di propinsi dan pusat dialokasikan anggaran miliaran sampai dengan triliunan rupiah. Anggaran banyak-banyak itu untuk penanganan kesehatan dan ekonomi yang timbul sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Bagi warga yang terpapar Covid-19, penanganannya dilakukan sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni World Health Organization (WHO). Antara lain mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, pakai masker, jaga jarak dan tidak berkerumun dalam jumlah banyak orang.

Ada pula warga yang terdampak secara ekonomi. Kepada mereka pemerintah menyediakan berbagai bantuan baik berupa sembako, bantuan sosial maupun bantuan tunai.

Wakil Bupati (Wabup) Belu Drs. J.T. Ose Luan saat melaunching penyaluran perdana Bantuan Perluasan Sembako di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Atapupu, Jumat(15/05/2020), menjelaskan, bantuan yang diberikan pemerintah bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 secara ekonomi, merupakan kehadiran negara.

“Bila negara hadir, rakyat tidak susah”, tandas Wabup Ose.

Menurut Wabup Ose, dampak pandemi Covid-19 membuat dunia terguncang karena obat/vaksin belum ditemukan.

“Salah satu dampaknya adalah proses pemerintahan terganggu, kegiatan di tempat ibadah tidak dilaksanakan termasuk dampak terhadap ekonomi dan dampak lainnya. Untuk menghadapi hal ini Pemerintah Pusat, Propinsi dan Pemerintah Daerah menyalurkan berbagai bantuan untuk membantu masyarakat”, katanya.

Wabup Ose Luan menegaskan, bantuan yang diluncurkan tersebut berasal dari Kementerian Sosial RI. Sehingga, dia berharap bantuan tersebut dipergunakan untuk membeli sembako yang sudah ditentukan di agen BRILink yang tersedia.

“Jangan pakai beli sirih pinang, rokok, sopi. Yang harus dibeli itu sembako yang sudah ditentukan”, tandas Wabup Ose

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Wabup Ose mengimbau masyarakat Dualaus selalu  menaati seluruh imbauan pemerintah yakni selalu cuci tangan, wajib pakai masker dan selalu menjaga jarak fisik.

“Saya tegaskan sekali lagi, jalankan dan patuhi protokol kesehatan bagi kebaikan kita semua,” demikian Wabup Ose.

Kepala Dinas  Sosial Sabina Mau Taek pada kesempatan itu melaporkan, program perluasan sembako merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial untuk menangani dampak Covid-19.

Dari program ini, urai Kadis Sabina, Kabupaten Belu mendapat alokasi sebanyak 3.978 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh Kabupaten Belu. Sedangkan khusus Kecamatan Kakuluk Mesak ada 551 KPM, 90 KPM di antaranya tersebar di Desa Dualaus.

Disebutkan, dari program ini KPM mendapat indeks bantuan Rp200.000/KK mulai April sampai dengan Desember 2020.

“Manfaatkan bantuan ini sesuai petunjuk yang ada seperti pembelian bahan pangan sumber karbohidrat berupa beras, jagung, protein (daging, ikan, tempe, tahu), vitamin dan mineral (sayur-sayuran dan buah-buahan) di agen BRILink,” terang Kadis Sabina.

Kepala BRI Cabang Atambua Stefanus Juarto menjelaskan, terkait bantuan sembako ini, BRI Cabang Atambua dipercayakan untuk menyalurkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Buku Tabungan kepada KPM.

Dijelaskan, Kartu dan buku rekening yang dibagikan sudah memiliki saldo yang bisa dipakai untuk membeli bahan pangan, yakni beras, jagung, telur, daging, ikan sesuai dengan pilihan bapak dan mama sekalian dan tempat pengambilan atau penukarannya di agen-agen BRILink terdekat.

“Untuk Desa Dualaus sudah ada empat agen BRILink yang akan melayani. Bapak dan mama tidak akan dilayani untuk penukaran seperti rokok, minyak goreng dan bahan lain yang tidak ditentukan, yang boleh hanya bahan pangan. Selamat kepada bapak dan mama yang hari ini menerima bantuan ini,” ujarnya.

Kepala Desa Dualaus Oktobijalis Nape berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu melalui Wakil Bupati yang hadir di Desa Dualaus untuk menyalurkan langsung Bantuan Perluasan Sembako kepada masyarakat Desa Dualaus.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Camat Kakulukmesak, Kapolsek Kakulukmesak dan 11 perwakilan KPM.

Selain Bantuan Perluasan Sembako, bantuan lainnya adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT)-Dana Desa (DD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Ada pula bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang beberapa bantuan lainnya yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Pemkab Belu.

Bantuan-bantuan itu didasarkan pada data warga Kabupaten Belu yang terdampak secara sosial dan ekonomi pandei Covid-19 yang dikantongi pihak Dinsos,  dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Belu.

Untuk menyalurkan bantuan-bantuan itu, Wabup Ose dan Bupati Belu Willybrodus Lay berkeliling dari desa ke desa dan dari kecamatan ke kecamatan untuk memastikan bantuan pemerintah itu sampai ke tangan masyarakat atau tidak.

Karena itulah, setiap kali Bupati Willybrodus dan Wabup Ose ke desa-desa dan kecamatan-kecamatan, hal pertama yang mereka lakukan adalah mengecek data nama-nama calon penerima bantuan di papan informasi desa.

Keduanya selalu mengingatkan masyarakat penerima bantuan agar menggunakan uang yang diterima dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan yang diperlukan. Sebaliknya, jangan digunakan untuk bermain judi atau minum mabuk.

Sebab, bantuan itu diberikan untuk sedikit meringankan dampak sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Belu yang terdampak Covid-19.

Bagi masyarakat yang belum terdata sebagai penerima bantuan pemerintah, Bupati Willybrodus mengingatkan mereka tidak protes. Tetapi, warga diminta untuk mendatangi pemerintah kecamatan,  pemerintah desa dan pengurus dusun untuk melaporkan diri kalau mereka belum diakomodir sebagai penerima bantuan pemerintah.

Dengan melaporkan diri itu, warga yang belum terdata atau terakomodir dapat didata dan diakomodir sebagai penerima bantuan pemerintah di tahap berikutnya.

Langkah kepedulian yang ditunjukkan Bupati Willybrodus dan Wabup Ose itu ditujukan pula kepada warga yang belum menikah sah tetapi sudah punya rumah sendiri. Mereka tetap diakomodir sebagai penerima bantuan pemerintah.

Editor: Cyriakus Kiik (Layanan Publik ini terselenggara atas kerjasama TIMORline.com dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu).

Komentar