oleh

Deken Malaka Tidak Pernah Katakan Wartawan di Malaka Dibeli Pemda

BETUN, TIMORline.com-Deken Malaka Keuskupan Atambua Romo Edmundus Sako, Pr menegaskan dirinya tidak pernah mengatakan kalau wartawan di Malaka sudah dibeli Pemda Malaka.

Penegasan ini disampaikannya kepada media di Betun, ibukota Kabupaten Malaka, Jumat (15/05/2020) malam.

Penegasan ini untuk menanggapi somasi empat pimpinan media di Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait pernyataannya yang dikutip dan ditulis media online obor-nusantara.com, edisi tayang Selasa, 12 Mei 2020.

Pada alinea terakhir berita tersebut, pihak obor-nusantara.com membuat kutipan langsung atas pernyataan Romo Edmundus yang berbunyi, “Saya meminta wartawan tolong kawal ini, termasuk kunjungan bupati ke desa-desa, jangan sampai kamu juga sudah dibeli oleh pemda seperti wartawan di Malaka, jadi mereka tidak menulis hal tidak baik”.

Menurut Deken Edmundus, dirinya tidak pernah mengatakan hal tersebut dan menduga pernyataan tersebut adalah pernyataan pribadi wartawan yang menulis berita tersebut. Sehingga, wartawan tersebut harus mempertanggungjawabkan tulisannya.

“Saya tidak mengatakan wartawan di Malaka sudah dibeli Pemda. Itu pernyataan wartawan secara pribadi. Itu opini dia dan dia harus minta maaf atas kesalahan dimaksud. Jika tidak diindahkan akan ditempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku”, ujar Deken Edmundus.

Deken Edmundus juga meminta maaf kepada empat pimpinan media tersebut dan pihak-pihak yang telah dirugikan dengan pemberitaan tersebut, akibat pengutipan pernyataannya secara keliru oleh wartawan.

Menanggapi klarifikasi Deken Edmundus, keempat pimpinan media tersebut mengaku puas dan meminta Romo Edmundus untuk segera melayangkan klarifikasi tersebut kepada media online yang telah memublikasikan pernyataannya secara keliru.

“Kami sudah dengar sendiri penjelasan dari Romo Deken dan kami memaklumi itu. Kami juga minta maaf jika cara yang kami tempuh kurang sopan dalam tatanan etika. Tetapi kami yakin bahwa cara yang kami tempuh (somasi) ini sudah sesuai norma kami sebagai jurnalis dan kami juga yakin bahwa dengan cara ini kami bisa mengungkap kebenaran”, ujar Yohanes Germanus Seran, Pemimpin Redaksi Nusantara9.com, salah satu dari empat pimpinan media yang mengirimkan somasi tersebut.

Selain menanggapi somasi empat pimpinan media tersebut, Deken Edmundus juga memberikan penjelasan atas beberapa hal, yang menurutnya, tidak pernah dia sampaikan kepada wartawan tetapi ditulis seolah-olah itu pernyataannya.

Keempat pimpinan media tersebut adalah Pemimpin Redaksi nusantara9.com Yohanes Germanus Seran, Pemimpin Redaksi radarmalaka.com Bonifasius Atolan, Pemimpin Umum TIMORline.com Cyriakus Kiik dan Pemimpin Redaksi libasmalaka.com Paulus Edi Sumantri.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar