oleh

Wartawan Malaka Minta Kapolres Tidak Melakukan Pembiaran Terhadap Judi Sabung Ayam

BETUN, TIMORline.com-Wartawan yang selama ini melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta tidak melakukan pembiaran terhadap praktik-praktik perjudian di wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah negara Timor Leste itu.

Permintaan ini menyusul sikap Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno yang enggan menerima 15 wartawan di Mapolres Malaka, Senin (11/05/2020).

Siang itu, ke-15 wartawan Malaka itu mendatangi Mapolres Malaka ingin mengonfirmasi sebaran informasi media sosial dan pemberitaan media online tertentu terkait praktik-praktik perjudian sabung ayam di Kabupaten Malaka yang viral saat ini.

Tetapi, para wartawan itu tidak mendapat informasi apa-apa. Sebab, Kapolres Albert tidak bersedia menerima para wartawan itu.

Kapolres Albert melalui ajudannya Charles Dupe bilang, Kapolres Albert sangat padat kegiatannya. Karena itulah Kapolres Albert melalui ajudan Charles meminta para wartawan itu untuk mengajukan permohonan resmi secara tertulis terlebih dahulu ke Polres Malaka untuk dijadwalkan waktu pertemuannya.

Atas informasi itu, para wartawan pulang dengan kecewa.

Pemimpin Umum media online TIMORline.com Cyriakus Kiik mengaku sangat kecewa dengan sikap Kapolres Albert. Sebab, biasanya Kapolres Albert sangat familiar dengan wartawan.

Tetapi, kali ini terkait judi sabung ayam, Kapolres Albert malahan minta wartawan mengajukan permohonan resmi terlebih dahulu untuk dijadwalkan waktu pertemuannya.

“Kalau untuk judi Kapolres mengambil sikap seperti itu, kita pertanyakan, ada apa dengan judi”, tanya Kiik.

Lebih jauh Kiik mengharapkan pihak Polres Malaka di bawah kepemimpinan Kapolres Albert tidak melakukan pembiaran terhadap judi sabung ayam di Kabupaten Malaka.

Sebab, menurut Kiik, praktik perjudian bentuk apa pun dilarang undang-undang.

Selain itu, bersamaan dengan wabah Covid-19 saat ini, masyarakat dilarang untuk berkerumun dalam jumlah banyak orang.

“Larangan berkerumun ini sesuai dengan anjuran WHO, anjuran Presiden RI Joko Widodo, Maklumat Kapolri, instruksi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran. Semuanya ini harus dikawal Polri dan TNI. Bila ada kerumuman dalam jumlah banyak orang, termasuk kerumuman saat bermain judi, harus disikapi TNI dan Polri. Kalau tidak disikapi, bisa saja publik membacanya Kapolres sedang melawan atasan”, demikian Kiik.

Pemimpin Redaksi nusantara9.com Yohanes Germanus Seran mengatakan, sikap Kapolres Albert yang enggan memberikan akses informasi publik kepada wartawan jelas-jelas menghambat tugas-tugas wartawan.

Mengutip Point (3) Pasal 4 UU Nomor 40 Tentang Pers, Germanus mengatakan, “Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi”.

Dia menjelaskan, dirinya bersama 14 rekannya datang ke Mapolres Malaka guna mengonfirmasi foto aktivitas perjudian di Kabupaten Malaka yang sedang viral di media sosial dan media online.

“Oleh ajudan, kami diminta Kapolres untuk membuat surat permohonan tertulis secara resmi. Biasanya bertemu Kapolres tidak susah, kenapa terkait kasus ini susah? Ada apa?”, ujar Germanus kesal.

Saat ini, Germanus bersama 14 rekan jurnalisnya sedang melakukan telaahan untuk menyurati Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Mabes Polri terkait hal ini.

Ke-15 wartawan itu adalah Yohanes Germanus Seran (Pemred Nusantara9.comm), Drs. Bonifasius Atolan (Pemred Radarmalaka.com), Cyriakus Kiik (Pemimpin Umum TIMORline.com), Ferdy Hayong (Wartawan Pos Kupang), Kristoforus Bere (Wartawan Timor Express), Wilfrid Wedi (Wartawan Viktory News), Yosman Seran (Wartawan TVRI), Paulus Edy Sumantri (Wartawan Kilastimor.com), Ananda Budiman (Wartawan Libasmalaka.com), Jolly Mali, (Wartawan NTT.Kabardaerah.com), Novry Laka (Wartawan Diantimor.com), Ferdy Costa (Wartawan Suluhdesa.com), Frido Raibesi (Wartawan VoxNTT), Andri Bria (Wartawan KabarNTT) dan Ferdy Bria (Wartawan Flobamorata.com).

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar