oleh

Ingin Ketemu Kapolres Malaka, Wartawan Diminta Ajukan Permohonan Resmi

BETUN, TIMORline.com-Belasan wartawan yang selama ini bertugas di wilayah liputan Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/05/2020), mendatangi Mapolres Malaka.

Mereka ingin bertemu Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno.

Tetapi, John Germanus Seran dari media online nusantara9.com yang didaulat teman-temannya untuk menginformasikan maksud kedatangan mereka bertemu Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno, diperoleh informasi melalui ajudannya Charles Dupe kalau kegiatan Kapolres Albert sangat padat.

Atas alasan sangat padat kegiatan, para wartawan itu tidak bisa bertemu Kapolres Albert. Karena itu, bila ingin bertemu Kapolres Albert, para wartawan itu diminta ajudan Charles untuk mengajukan permohonan resmi secara tertulis kepada Kapolres Albert untuk nantinya didisposisikan ke Kapolres Albert.

John Germanus Seran dari media online nusantara9.com yang didaulat teman-temannya untuk menghubungi ajudan Charles guna bertemu Kapolres Albert, meminta teman-temannya segera meninggalkan Mapolres Malaka. Sebab, sesuai informasi dari ajudan Charles, untuk bertemu Kapolres Albert terlebih dahulu harus ada permohonan tertulis dari para wartawan tersebut.

Atas informasi tersebut, para wartawan langsung meninggalkan halaman Mapolres Malaka dan langsung kembali ke Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Malaka.

Sesuai rencana, belasan wartawan ini bertemu Kapolres Albert untuk mengonfirmasi sebaran informasi melalui media sosial facebook dan pemberitaan media online tertentu.

Dalam sebaran informasi dan pemberitaan tersebut, oknum anggota DPRD Malaka disebut-sebut terlibat perjudian sabung ayam.

Sebaran informasi dan pemberitaan tersebut dilengkapi dengan foto-foto permainan sabung ayam. Bahkan, dalam foto-foto tersebut, terlihat gambar oknum anggota DPRD Malaka secara jelas sementara memegang dan mengadu ayam jagoannya dengan lawannya.

Warga Malaka yang membaca dan mengomentari sebaran informasi dan pemberitaan tersebut sangat menyesalkan kegiatan tersebut.

Sebab, permainan judi apa pun di Kabupaten Malaka dan daerah-daerah lainnya di NTT sangat dilarang undang-undang dan bertentangan dengan instruksi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Selain bertentangan dengan undang-undang dan instruksi Gubernur Laiskodat, warga Kabupaten Malaka protes keras kegiatan sabung ayam tersebut. Sebab, kegiatan itu dihadiri banyak orang berbentuk kerumunan.

Padahal, menurut warga, bersamaan dengan pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, warga dilarang berkerumun dalam jumlah banyak orang.

Melihat kenyataan ini, warga menduga kegiatan sabung ayam ini didalangi oknum-oknum pembesar di Kabupaten Malaka baik oknum kepolisian, dewan maupun birokrasi.

Bahkan, oknum-oknum itu diduga kuat melakukan pembiaran terhadap praktik-praktik judi sabung ayam ini.

Di group publik Viktor Leriik (Veki Lerik) Bebas Bicara Bicara Bebas, Hiero Vincent melalui akun facebooknya, menulis: “Beginilah aktiifitas Relaxing Time segelintir masyarakat dan salah satunya yang kaos putiih pegang ayam diduga anggota DPRD, mencari hiburan ditengah Covid-19 dengan menyabung ayam. Semoga ini bukan arena perjudian. 09-05-2020. (Lok Kuburanp cina ramayana, arah wekmidar) #sapamohelp#”

Pemilik akun facebook Topeng Malaka, misalnya berkomentar, “Bukannya judi sudah ditutup? Polres Malaka dimana? Bawa saj pelaku-pelakunya ke (balik) jeruji besi”.

Pemilik akun facebook lainnya Ardhyvan berkomentar: “Wah ini tidak bisa dibiarkan, Polres Malaka tolong tangkap dulu, apalagi yang lepas ayam seorang anggoota dewan”.

Hingga berita ini diturunkan, sudah ratusan komentar bertaburan di dinding-dinding group media sosial facebook.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar