oleh

Minggu 03 Mei 2020: Kurva Data Covid-19 di Belu Menurun Drastis

ATAMBUA, TIMORline.com-Kurva perkembangan hasil monitoring dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan se-Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Minggu, 3 Mei 2020 Pukul 14:00 wita menurun drastis.

Dalam rilis yang disebar kepada wartawan di Atambua, ibukota Kabupaten Belu, Minggu (03/05/2020), pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2018 (Covid-19), mengungkapkan, jumlah total Pelaku Perjalanan Berisiko dalam Pantauan (PPBP) sebanyak 1.611 orang. Jumlah ini berkurang 1.335 orang sehingga saat ini di Kabupaten Belu tersisa 276 orang PPBP.

Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 71 orang, berkurang 64 orang karena telah selesai masa pemantauan sehingga total ODP hari ini 7 orang.

Ketujuh orang ini tersebar di Kecamatan Tasifeto Timur (2 orang), Atambua Barat (2 orang) dan Kecamatan Tasifeto Barat (3 orang).

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu Cristoforus Melianus Loe Mau menegaskan, walaupun data monitoring PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus mengimbau masyarakat setempat untuk tetap waspada.

Sikap waspada tersebut, menurut Melianus, dilakukan dengan terus menjalankan pola hidup sehat, berdiam diri di rumah saja, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain.

Selain itu, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan pakai sabun.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 diminta segera melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

“Lindungi diri berarti lindungi sesama”, tandas Melianus.

Mengutip anjuran World Health Organization (WHO) dan arahan Presiden RI Joko Widodo, Melianus yang adalah Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setkab Belu mengimbau masyarakat Kabupaten Belu untuk menggunakan masker.

“Masker N95 dikhususkan kepada tenaga medis, sedangkan masyarakat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci”, katanya.

Kepada para pelintas yang memasuki wilayah Kabupaten Belu wajib menaati semua aturan yang ada di setiap Posko Pemantauan tanpa terkecuali demi keselamatan bersama. Mulai dari penggunaan masker, penyemprotan disinfektan, cuci tangan, pengecekan suhu tubuh dan pendataan.

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar