oleh

Kabupaten/Kota di NTT Diminta segera Evaluasi Penyemprotan Disinfektan

KUPANG, TIMORline.com-Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Jelamu Ardu Marius meminta kepala daerah 22 kabupaten/kota di wilayah ini untuk segera mengevaluasi kembali penggunaan penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia maupun kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Marius menyampaikan hal itu saat temu media di Kupang, Sabtu (02/05/2020) malam dalam merespon dan mengikuti berbagai upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di lapangan.

Disebutkan, salah satu upaya di lapangan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah penyemprotan disinfektan.

Tetapi, sebetulnya organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) tidak merekomendasikan penyemprotan disinfektan untuk mencegah Covid-19.

Rekomendasi serupa dilakukan para ahli kesehatan dan lingkungan hidup dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Indonesia (UI).

Atas rekomendasi WHO dan para ahli itu, Marius meminta para kepala daerah di NTT mengevaluasi kembali penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia dan kendaraan baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Terhadap manusia, kata Marius, penyemprotan tidak boleh mengenai mulut, mata dan hidung. Sebab, bila penyemprotan disinfektan itu mengenai tubuh terutama mata dan hidung maka mata bisa rusak dan hidung bisa sesak napas yang bisa saja berdampak dengan meninggalnya seseorang.

Sedangkan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan harus dilakukan secara terukur.

“Mobil pribadi bisa dibersihkan pemiliknya sendiri. Sedangkan kendaraan umum bisa disemprot tetapi harus terukur. Untuk kendaraan umum harus disemprot sebelum penumpang naik”, tandas Marius.

Marius juga menjelaskan, penyemprotan disinfektan hanya dilakukan terhadap benda-benda yang bisa dipegang. Antara lain meja makan, eskalator, gagang pintu, dan lainnya.

Selain itu, yang perlu disemprot adalah rumah, terminal, pasar, swalayan, sekolahan, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya.

Tetapi, Marius mengingatkan bahwa penyemprotan disinfektan berlebihan bisa menyebabkan kerugian ekologis atau lingkungan.

“Lingkungan kita bisa tercemar karena penggunaan disinfektan yang berlebihan dan berkelanjutan”, katanya.

Dari sisi sosial ekonomi, kata Marius, bisa menimbulkan kerugian finansial yang besar. Sebab, kalau penyemprotan dilakukan setiap saat, anggaran yang dibutuhkan pun membengkak untuk pengadaan bahan disinfektan

“Nahh, dari mana anggarannya”, tandas Marius setengah bertanya.

Hal-hal penting yang perlu dilakukan untuk mencegah Covid-19 adalah protokol kesehatan. Antara lain tetap berdiam di rumah saja. Boleh bepergian tetapi hanya untuk urusan-urusan mendesak. Kalau pun bepergian harus memakai masker.

Selain itu harus tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan banyak orang.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar