oleh

Dampak Covid-19, Pemprop NTT Berusaha Kendalikan Pangan

KUPANG, TIMORline.com-Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur Josef A. Nae Soi (JNS) bersama rakyat berusaha mengendalikan pangan mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi pada satu titik yang seimbang agar kehidupan masyarakat bisa berjalan dengan lancar.

“Salah satu impact sistematis di tengah Covid-19 ini adalah ketersediaan bahan-bahan pokok kehidupan sehari-hari berkaitan dengan alokasi, distribusi dan keterjangkauan harganya,” tandas Anggota Bidang Pengendalian Dampak Sosial dan Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 Propinsi NTT Dr. Lery Rupidara, MSi kepada pers di Kupang, Senin (27/04/2020) malam.

Lery Rupidara yang juga Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama Setprop NTT menuturkan, pihaknya menemukan ada beberapa bahan pokok yang terpapar dalam monitoring dan observasi.

“Dalam observasi kami, ketersediaan beras kita sungguh sangat aman, masih 36 bulan ke depan. Jagung ketersediaannya juga cukup. Daging sapi dan daging ayam ketersediaannya cukup. Nah, telur ayam yang agak kurang. Di tabel kami berwarna merah, artinya sesuatu yang perlu warning untuk menjaga pertumbuhan dan mengembalikannya ke titik yang stabil,” urainya.

Disebutkan, kondisi bahan pokok yang ketahanannya kurang dari satu bulan adalah telur, gula pasir, cabe rawit dan cabe keriting. “Ini persoalannya hanya di rantai transportasi. Pemerintah segera mencari jalan keluar untuk memastikan kelancaran distribusi melalui kapal laut, komoditas pokok terutama dari luar NTT dan intra kepulauan di dalam NTT itu sendiri,” tegasnya.

Doktor ilmu pemerintahan ini lebih jauh menjelaskan, pemerintah secara umum melalui berbagai institusi perekonomian daerah yang ada menjaga apa yang disebut dengan 4K yaitu :

1. Menjaga keterjangkauan harga melalui pemantauan harga komoditi tanaman pangan dan tanaman pokok lainnya di pasar;

Baca Juga:  1.115 Rumah Warga Kabupaten Malaka Terendam Banjir

2. Menjaga ketersediaan pasokan dengan memperkuat produksi pangan dan dukungan program-program stimulus;

3. menjaga kelancaran distribusi melalui berbagai kegiatan yang terkait dengan distributor dan memastikan rantai distribusi itu berjalan dengan baik;

4. menjalin komunikasi efektif dengan memperkuat kualitas data pasokan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.

Jadi, secara umum masyarakat NTT tidak usah kuatir yang berlebihan. Harga bahan pokok mulai dari beras, bawang, jagung semuanya masih berada dalam keadaan aman,” ucap Lery Rupidara.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Propinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setprop NTT Dr. Jelamu Ardu Marius, MSi mengimbau para pemilik mesin penggilingan padi supaya tetap beraktivitas dan memberi kesempatan kepada para petani menggiling gabah mereka.

Imbauan ini disampaikannya karena pihaknya mendapat keluhan bahwa mesin-mesin penggilingan gabah kita ditutup para pemiliknya.

“Hal ini sangat menyulitkan saudara-saudara kita untuk menggiling padi. Kita harapkan, bapak-ibu yang memiliki mesin penggilingan padi tidak tutup sama sekali tetapi bisa diatur waktunya,” tandas Marius.

Editor: Cyriakus Kiik (valeri guru/kasubag lers dan pengelolaan pendapat umum biro humas dan protokol setprop ntt)

Komentar