Penerbangan Lokal di NTT Tetap Beroperasi

KUPANG, TIMORline.com-Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Propinsi NTT yang juga Sekretaris Bidang Pengendalian Pintu Masuk Keluar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Propinsi NTT Isyak Nuka, ST, MM menjelaskan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri tahun 1441 H dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Penjelasan itu disampaikan melalui media di Kupang, Jumat (24/04/2020) malam.

Menurut Kadis Izyak, larangan sarana penggunaan transportasi yang dimaksudkan dalam Peraturan Menteri No. 25 Tahun 2020 berlaku untuk transportasi darat, laut dan udara.

Transportasi laut sudah berlaku sejak 13 April 2020 sesuai dengan surat Dishub Nomor 250 tanggal 11 April 2020. Sedangkan untuk transportasi darat yang kita larang adalah angkutan penyeberangan ferry.

Larangan ini disebutnya masih sesuai dengan surat yang sama yang berlaku sejak 13 April 2020. Sedangkan angkutan umum lainnya dalam wilayah Propinsi NTT tetap beroperasi seperti biasa.

“Jadi, bus-bus Antar Kabupaten Dalam Propinsi masih boleh beroperasi. Kendati masih beroperasi namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. Hukumnya wajib”, katanya.

Untuk transportasi udara, jelas Izyak, yang dilarang sesuai dengan Peraturan Menteri No. 25 Tahun 2020 adalah penerbangan pesawat dari daerah terpapar.

“Yang kita larang itu seluruh penerbangan yang memuat penumpang dari daerah terpapar, yang datang dari luar NTT. Yang tidak dilarang adalah cargo, pemuatan alat-alat kesehatan yang berkaitan dengan Covid-19. Sedangkan untuk penumpang seluruhnya kita larang. Tetapi dalam Propinsi NTT, penerbangan tidak kita larang. Boleh tetap beroperasi seperti biasa”, tandas Kadis Izyak.

Menurut Izyak, seluruh penerbangan di dalam wilayah NTT tetap beroperasi karena NTT daerah kepulauan.

Hal ini berkaitan dengan kejadian-kejadian luar biasa, pengiriman alat pelindung diri, alat-alat kesehatan, sampel yang berkaitan dengan Covid-19 dari daerah-daerah.

“Jadi, kesulitan-kesulitan ini membuat kita harus mengambil suatu kebijakan. Kebijakan ini tidak bertentangan dengan Peraturan Menteri No. 25 Tahun 2020”, katanya.

Izyak menegaskan, penerbangan di dalam wilayah NTT tetap beroperasi dengan pengawasan ketat sesuai protokol kesehatan yang berlaku, yakni social distancing tetap harus diperhatikan, penumpang yang naik dan yang turun tetap diperiksa di bandara baik bandara keberangkatan maupun bandara tujuan.

“Pemeriksaan tetap dilakukan petugas kesehatan pelabuhan dan petugas dinas kesehatan. Jadi, sekali lagi disampaikan bahwa penerbangan lokal di dalam wilayah NTT tetap beroperasi”, demikian Kadis Izyak.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik (valeri guru/kasubag pers dan pengelolaan pendapat umum biro humas dan protokol setprop ntt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *