Sepanjang Ruas Jalan Kaputu-Raymea Malaka, Enam Jembatan Mini Nyaris Putus

BETUN, TIMORline.com-Sepanjang ruas jalan Kaputu Desa Manlea Kecamatan Sasitamean menuju Raymea Desa Fatoin Kecamatan Io Kufeu di Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat lima jembatan mini yang kondisinya nyaris putus.

Hal itu terekam dalam pantauan TIMORline.com yang melintasi ruas jalan ini, Minggu (19/04/2020) siang.

Dari pantauan tersebut, jembatan pertama adalah Jembatan Nono Oemareke di Desa Beaneno Kecamatan Sasitamean.

Terlihat, jembatan ini menyisakan setengah badan jalan. Sebagiannya sudah rubuh. Bagian yang rubuh ini terdapat gumpalan-gumpalan bronjong di bagian bawah jembatan.

Pada salah satu sisinya terdapat garis polisi warna kuning. Dipasang pihak Polsek Sasitamean sebagai tanda hati-hati bagi pelintas. Sebab, bila tidak hati-hati, para pelintas bisa terpeleset jatuh ke jurang. Terutama pelintas armada angkutan yang berbeban berat.

Jembatan mini lainnya ada di Dusun Pelita Desa Naibone, masih di Kecamatan Sasitamean. Jembatan ini berada tepat di depan rumah Dominika Muti.

Sebagian badan jalan sudah rubuh. Badan jalan yang tersisa juga sudah retak sekira lima meter dan mengalami penurunan. Sebagai tindakan awas bagi pelintas, warga setempat meletakkan/menanam ranting kayu di titik ini.

Bila tidak hati-hati di titik ini, pelintas yang menggunakan kendaraan roda dua bisa terpelanting. Kalau kendaraan roda empat atau enam pengangkut penumpang, bisa membahayakan penumpang.

Jembatan mini ketiga terdapat di Dusun Bibokor Desa Kufeu Kecamatan Io Kufeu. Secara keseluruhan, bagian permukaan badan jembatan ini utuh. Tetapi, bagian bawahnya sudah rubuh. Sisa-sisa reruntuhan pun ada di bawah.

Kondisi ini sangat membahayakan para pelintas. Terutama pelintas yang menggunakan armada berbeban berat.

Jembatan mini keempat ada di Dusun Oetfo Desa Bani-Bani Kecamatan Io Kufeu. Bila sekedar melintas, tidak membahayakan. Tetapi, letaknya pas di tikungan. Ini membahayakan para pelintas bila berpapasan dari arah berlawanan. Apalagi kendaraan roda empat dan enam.

Sebab, salah satu sisi jembatan ini sudah rubuh. Permukaan badan jembatan hanya menyisakan separuhnya. Oleh warga setempat, di sisi jembatan yang rubuh diletakkan ranting kayu sebagai tanda hati-hati bagi para pelintas.

Jembatan mini kelima dan keenam ada di pertigaan Eno Ranan Dusun Oetfo Desa Bani-Bani Kecamatan Io Kufeu. Kedua jembatan ini letaknya berdekatan. Hanya selang beberapa meter.

Di jembatan kelima, separuh permukaannya tergantung. Sedangkan salah satu ujungnya mencuat ke permukaan jalan. Yang berani melintas hanya pejalan kaki, kendaraan roda dua dan empat.

Jembatan keenam, bila sambil lalu, pelintas tidak tahu kalau kondisi jembatan ini sangat parah. Sebab, pada bagian permukaan jembatan hanya terlihat beberapa lubang.

Padahal, bagian bawahnya sudah keropos. Bila hujan lebat disertai banjir, jembatan ini mudah rubuh. Para pelintas di sini hanya menggunakan separuh badan jembatan. Itu pun harus ekstra hati-hati.

Mantan Kepala Desa (Mandes) Bani-Bani Yohanes Un yang dihubungi di kediamannya, Minggu (19/04/2020), mengakui kalau tiga jembatan mini di wilayahnya rusak parah dan nyaris putus.

Sebelum mengakhiri masa jabatannya, salah satu jembatan sempat dibronjong secara swadaya pada September 2019. Sedangkan kapan jembatan-jembatan mini itu dibangun, Yohanes tidak tahu pasti.

“Saya tidak tahu pasti. Tapi, jembatan itu memang su lama, pak”, tandas Yohanes.

Penjabat Kades Naibone Erfi Mahakbas yang dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (19/04/2020) malam, mengakui kalau jembatan mini di Dusun Pelita nyaris putus. Tetapi, ruas jalan itu termasuk jalan kabupaten. Sehingga, pihak desa tidak bisa berbuat banyak.

Penjabat Erfi menjelaskan, pekan lalu Wakil Ketua DPRD Malaka Devi Ndolu bersama-sama dengan anggota DPRD Malaka antara lain Adrianus Nenometa dan Markus Baria Berek melakukan peninjauan ke lokasi ini.

Tetapi, tindak lanjutnya seperti apa, Penjabat Erfi bilang, belum ada kabar.

“Kami yang di desa ini tunggu saja, kakak. Kalau orang kabupaten datang bilang apa, ya, kami ikut sa”, tandas Penjabat Erfi.

Anggota DPRD Kabupaten Malaka Markus Baria Berek dari Fraksi Partai Golkar yang dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (19/04/2020) malam mengaku sudah meninjau beberapa jembatan mini yang rusak parah sepanjang ruas jalan Kaputu Desa Manlea Kecamatan Sasitamean menuju Desa Kufeu Kecamatan Io Kufeu, bersama teman-teman anggota Dewan lainnya.

Tindak lanjutnya seperti apa, Markus akan menyampaikannya dalam sidang Dewan.

Baginya, yang paling penting bukan memperbaiki jembatan-jembatan kecil yang rusak. Tetapi, prinsipnya, semua warga Kabupaten Malaka harus dapat mengakses infrastruktur jalan yang memberikan rasa aman dan nyaman.

“Akses infrastruktur jalan yang aman dan nyaman akan memudahkan akses lainnya, antara lain akses pendidikan bagi anak-anak, akses kesehatan bagi ibu hamil dan memperlancar arus ekonomi masyarakat”, demikian Markus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *