oleh

Keluarga Apolinaris Asury Serahkan Lahan Empat Hektar untuk Lokasi Pembangunan Puskesmas Nurobo

NUROBO, TIMORline.com-Keluarga Apolinaris Asury, warga Desa Meotroi Kecamatan Laenmanen Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menyerahkan lahan seluas empat hektar untuk pembangunan gedung baru Puskesmas Nurobo yang direncanakan dibangun berstandar nasional.

Penyerahan lahan tersebut diiklaskan Apolinaris bersama keluarga dan disampaikan secara resmi kepada Bupati Malaka Stefanus Bria Seran di lokasi pada Rabu (15/04/2020).

Tampak hadir Apolinaris Asury dan anak-anaknya, antara lain Melky Asury, Ronaldo Asury dan si bungsu yang mendampingi Apolinaris.

Sedangkan bersama Bupati Stefanus, tampak Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno, Kadis Perhubungan dan Lingkungan Hidup Ferdinandus Un Muti, Kasat Pol PP Daniel Bria, Kadinkes Paskalia Frida Fahik dan Kadis Kominfo Brinsyna Elfrida Klau.

Kehadiran Bupati Stefanus di lokasi ini untuk meninjau dan memastikan lokasi pembangunan Puskesmas Nurobo. Sebab, sesuai informasi yang diperolehnya, lokasi tersebut masih pro kontra.

Bahkan, informasi yang diperoleh mantan Kadinkes Propinsi NTT itu menyebutkan kalau tidak ada lahan di Desa Meotroi untuk pembangunan gedung Puskesmas tersebut.

“Kalau tidak ada lahan untuk pembangunan Puskesmas, ya, kita pindahkan saja lokasinya ke desa atau kecamatan lain”, tandas Bupati Stefanus di hadapan keluarga Apolinaris sambil menyebut salah satu desa dan kecamatan di wilayah dataran.

Bupati Stefanus lebih jauh menanyakan berapa luas lahan yang diiklaskan keluarga Apolinaris kepada Pemerintah Kabupaten Malaka untuk pembangunan gedung baru Puskesmas Nurobo itu.

Kadis Kesehatan Frida yang hadir pada kesempatan itu menjelaskan kalau lahan yang diberikan dan disetujui keluarga Apolinaris seluas 3.200 meter persegi atau 3,2 hektar.

Atas penjelasan Kadis Frida, Bupati Stefanus bilang, kalau luas lahannya 3,2 hektar maka gedung Puskesmas yang akan dibangun itu non inap.

Baca Juga:  Hasil Pilpres 2019: Jokowi-Ma'ruf 55,50 Persen Suara, Prabowo-Sandi 44,50 Persen Suara

Seharusnya, kata Bupati Stefanus, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung Puskesmas berstandar nasional untuk inap seluas empat hektar.

Mendengar penegasan Bupati Stefanus, Melky Asury selaku anak tertua Apolinaris, langsung mendatangi ayahnya, Apolinaris. Belum ditanya sang anak yang tampil cowboy itu, Apolinaris mengatakan, susahnya di mana.

Tanah luas-luas ini mau buat apa. Tambah saja to. Saya mati juga dikubur di tempat lain. Untuk orang banyak, kasih saja”, kata Apolinaris, yang duduk berselang 15 meter dari tenda tempat Bupati Stefanus duduk.

Melky yang tertegun mendengar suara ayahnya tanpa berkata apa-apa. Dia kemudian kembali dan berdiri tak jauh dari hadapan Bupati Stefanus. Sambil mengangkat tangan minta bicara, Melky mengatakan, luas lahannya dikasih genap empat hektar.

“Oke, kalau begitu setuju. Lokasi Puskesmas-nya di sini. Terimakasih, ya. Terimakasih karena bapak telah membuat sejarah di sini”, tandas Bupati Stefanus sambil berjalan beberapa meter mendekati Apolinaris yang duduk agak jauh karena kondisi kesehatannya.

Tepuk tangan riuh memenuhi tenda pertemuan dan sekitarnya. Saat itu, hujan pun turun. Dialog Bupati Stefanus dengan warga yang tampak semangat bertanya pun berakhir.

Bupati Stefanus dan pejabat lainnya kemudian cari aman di kendaraan masing-masing dan langsung meninggalkan lokasi. Sedangkan warga berteduh di bawah tenda.

Rumah sakit ini direncanakan dikerjakan pada tahun anggaran 2020. Berapa biayanya, belum ada informasi.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar