oleh

Wabup Belu: Penyebaran Covid-19 harus selalu Diawasi

ATAMBUA, TIMORline.com-Wakil Bupati Belu Drs. J.T. Ose Luan didampingi Plt. Sekda Belu yang juga Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Drs. Marsel Mau Meta dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dr. Joice Manek, MPH memimpin langsung Rapat Khusus terkait kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu.

Rapat khusus ini digelar di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 diikuti masing-masing Koordinator Percepatan Penanganan Covid-19, yakni Bidang Pengendalian Pintu Masuk dan Keluar, Bidang Pencegahan, Bidang Penanganan, Bidang Sarana dan Prasarana, Bidang Penanganan Sosial dan Dampak Ekonomi, Bidang Pengawasan, Bidang Komunikasi dan Informasi, Bidang Monitoring serta Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Christoforus M. Loe Mau, SE.

Dalam rapat tersebut, masing-masing koordinator bidang menyampaikan kondisi perkembangan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu

Rapat hari ini melibatkan semua bidang dengan maksud agar semua bidang dipadukan, kemudian kalau ada yang membutuhkan anggaran bisa komunikasikan supaya kita bisa membuat penambahan anggaran karena semua masih fleksibel”, kata
Wabup Ose Luan.

Disebutkan, dalam rapat tersebut, masing-masing bidang menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan terkait Percepatan Penanganan Covid-19, tetapi nanti itu secara perhitungan tertulus. Untuk pertama kali kita menggelar rapat bidang percepatan penanganan covid-19. Dana yang ada di Dinkes belum mengakomodir semua kebutuhan Gugus Tugas. Sehingga, dana itu harus dibahas kembali sehingga kekurangan-kekurangan yang belum didanai harus dimasukkan kembali,” tandas Wabup Belu.

“Semua bidang sudah bisa bergerak, karena dana akan selalu siap membiayai mereka. Tadi dana masih gelondongan, semoga dana itu bisa berubah berdasarkan kebutuhan kegiatan yang ada di bawah”, tandas Wabup Ose Luan.

Baca Juga:  Hari ini, Gubernur NTT Umumkan Desain Pemberdayaan Sosek Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Belu saat ini telah mendirikan sembilan Posko Pencegahan Covid-19 di beberapa wilayah perbatasan. Posko ini didirikan untuk menjaring para pendatang dari luar sehingga penularan bisa dicegah. Tidak sampai di sini, di 12 Kecamatan juga dilakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Semua pihak harus bersama-sama melakukan pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan masyarakat dan selalu waspada serta jaga jarak”, demikian Wabup Ose Luan. (*)

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar