oleh

Pintu Masuk-Keluar Warga Malaka-TTU di Titik Bubun Dijaga Ketat

BETUN, TIMORline.com-Salah satu pintu masuk-keluar dari dan ke Kabupaten Malaka-Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di Propinsi Nusa Tenggara Timur (TTU), tepatnya di titik Bubun Desa Tunmat Kecamatan Io Kufeu dijaga ketat.

Penjagaan itu dilakukan Tim Gerak Cepat Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Desa Tunmat dan Kecamatan Io Kufeu sebagai upaya nyata pencegahan dan penanganan Covid-19.

Camat Io Kufeu Laurensius Seran yang ditemui di kediamannya, Rabu (15/04/2020) pagi, menjelaskan, penjagaan itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Orang-orang yang masuk ke wilayah Kabupaten Malaka melalui titik Bubun ini akan dijaga ketat. Titik ini hanya dibatasi Sungai Biau. Di seberang sana sudah wilayah TTU”, kata Camat Laurensius.

Untuk melakukan penjagaan di titik ini, Pemerintah Desa Tunmat, Pemerintah Kecamatan Io Kufeu dan Tim Penanganan Covid-19 membangun sebuah Posko di dusun tersebut.

Bagi para pelintas wilayah baik warga Kabupaten TTU yang ingin memasuki wilayah Kabupaten Malaka atau warga Kabupaten Malaka yang bepergian ke wilayah Kabupaten TTU, diidentifikasi dan disemprot pakai disinfektan.

“Penyemprotan dilakukan terhadap warga bersangkutan, termasuk jenis kendaraan yang digunakannya. Kita cegah dengan cara itu dan terutama kita minta supaya memakai masker”, kata Camat Laurensius.

Selain memakai masker, kata Camat Laurensius, petugas mengingatkan para pelintas untuk menghindari kerumunan banyak orang dan menjaga jarak.

“Anjuran-anjuran pemerintah dan protokol kesehatan yang disampaikan Tim Penanganan Covid-19 supaya dipatuhi”, demikian Camat Laurensius.

Kepala Puskesmas Tunabesi Theresia Imelda Bubu yang ditemui TIMORline.com di kantornya, Rabu (15/04/2020) pagi mengatakan, tim kesehatan yang dipimpinnya terus melakukan imbauan tiap hari kepada warga tiga desa wilayah layanannya di Kecamatan Io Kufeu.

Imbauan itu disampaikan melalui siaran keliling menggunakan dua armada ambulance yang siaga 24 jam.

“Kita rasa berat karena masyarakat kita selama ini tidak terbiasa cuci tangan pakai sabun. Mereka juga biasa duduk atau berdiri tidak perlu buat jarak. Tetapi, karena kondisi saat ini, meski berat, mau tidak mau, harus jaga jarak dan selalu cuci tangan pakai sabun”, kata Imelda.

Selain cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak, kata Imelda, sesuai anjuran WHO dan imbauan pemerintah mulai dari pusat sampai ke desa-desa, masyarakat diimbau tinggal di rumah.

Bagi anak-anak juga supaya belajar di atau dari rumah. Mereka yang kerja juga diimbau untuk kerja dari rumah dan pakai masker kalau bepergian untuk urusan-urusan mendesak.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar