oleh

Patuhi Anjuran WHO, Marius: ODP dan PDP di NTT Pasti Sembuh

-Nusantara-39 views

KUPANG, TIMORline.com– Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Propinsi NTT Dr. Jelamu Ardu Marius, MSi meminta masyarakat di seluruh NTT di mana pun berada tidak perlu takut, cemas apalagi panik akan virus corona.

“Kalau kita melihat angka-angka yang telah dibacakan ada kecenderungan baik Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari hari ke hari sembuh”, tandas Marius kepada pers di Kupang, Selasa (14/04/2020) malam.

Marius menjelaskan, walaupun sembuh, pemerintah tetap memantau baik ODP maupun PDP. Sehingga masyarakat NTT tidak perlu terlalu cemas dan kuatir dengan virus corona.

Mengutip imbauan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi (JNS), Marius meminta masyarakat NTT tetap mematuhi protokol-protokol kesehatan yang telah ditetapkan WHO maupun otoritas pemerintah.

“Bila kita mematuhi anjuran WHO, kita yakin untuk percaya diri bahwa kita mampu melewati masa-masa sulit yang saat ini tidak hanya dialami di Indonesia tetapi dialami lebih dari 200 negara di dunia,” tandas Marius.

“Bapak Gubernur dan Bapak Wagub mengimbau kita semua di seluruh NTT baik yang diam di perkotaan ataupun di pedesaan, yang berdiam di pinggir-pinggir pantai, yang berdiam di daera-daerah perbukitan maupun pegunungan untuk mematuhi protokol-protokol kesehatan. Ikuti semua pedoman baik yang dikeluarkan organisasi kesehatan dunia WHO maupun pemerintah pusat atau pemerintah propinsi atau juga pemerintah kabupaten/kota seluruh NTT,” pinta mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Propinsi NTT.

Dia berharap, semua protokol ini ditaati dengan baik seperti selalu mencuci tangan pakai sabun detergen.

Baca Juga:  Dampak Virus Covid-19,Karo Humas NTT: Tidak Ada Instruksi Gubernur untuk Tutup Pasar

“Usahakan ketika kita kembali ke rumah, kita mencuci tangan kemudian menyemprot sepatu, sendal, pakaian kita pakai disinfektan atau merendamnya di ember yang sudah ada detergennya. Sehingga, terhindar dari virus corona,” katanya.

Selain itu, masyarakat NTT diminta sungguh-sungguh melakukan apa yang disebut WHO Social Distancing, menghindari kerumunan atau tidak membuat kerumunan.

“Kita tidak melakukan kegiatan-kegiatan sosial budaya atau kegiatan apa pun yang melibatkan banyak orang. Selalu berada di dalam rumah kecuali untuk hal-hal yang sangat mendesak, keluar rumah untuk membeli makanan dan minuman atau pun untuk melakukan pekerjaan,” ungkap Marius sambil menambahkan, Bapak Gubermur dan Bapak Wagub mendorong kita untuk selalu menjaga kebugaran tubuh kita dengan berolahraga atau berjemur di panas matahari.

Marius mengingatkan, ketika berada di ruang-ruang publik selalu memakai masker. “Karena itu, Bapak Gubernur dan Bapak Wagub memberikan penghargaan yang tinggi kepada lembaga-lembaga sosial dan asosiasi-asosiasi telah memberikan bantuan Alat Pelindung Diri bagi para dokter dan tenaga medis di NTT.

“Kita harapkan solidaritas kemanusiaan ini tertular seperti virus dari orang ke orang, dari kelompok masyarakat ke kelompok masyarakat lain dan kita bersatu padu melawan virus ini, melawan bencana kemanusiaan ini,” demikian Marius.

Sesuai data yang terhimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-NTT, hingga Selasa (14/04/2020) malam pukul 21.00 wita, tercatat 1.340 ODP dan PDP.

Rinciannya, 476 orang di antaranya selesai pemantauan, 12 orang dirawat dan karantina mandiri sebanyak 819 orang. Kondisi saat ini 831 orang dan meninggal 1 orang.

Sedangkan jumlah PDP ada 11 orang, dirawat 7 orang, sembuh 10 orang dan meninggal 3 orang.

Jumlah sampel 55, 36 sampel di antaranya hasilnya negatif, 1 sampel positif dan 18 sampel belum ada hasil.

Baca Juga:  Dampak Covid-19, Pemprop NTT Berusaha Kendalikan Pangan

Editor: Cyriakus Kiik (valeri guru/kasubag pers dan pengelolaan pendapat umum biro humas dan protokol setprop ntt)

Komentar