oleh

Demi Kemanusiaan, Imigrasi Gunakan Diskresi bagi Mahasiswa Timor Leste Pulkam

-Nusantara-12 views

ATAMBUA, TIMORline.com-Wabah Corona Virus Deases 2019 (Covid-19) yang saat ini menjadi ancaman serius bangsa Indonesia termasuk di Perbatasan Timor dapat menjadi pertimbangan kemanusiaan bagi pihak Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Atambua untuk memberikan diskresi/kebijakan bagi mahasiswa Timor Leste pulang kampung (pulkam).

Diskresi itu bisa diberikan kepada mahasiswa Timor Leste yang tidak memiliki dokumen. Antara lain seperti yang dialami Romario Gabriel Francisco Sali.

Dialah mahasiswa Timor Leste yang saat ini sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Rumah Susun Sewa (Rusunawa) BTN KM 9 Desa Naiola Kecamatan Bikomi Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selama ini Mario kuliah Jurusan Arsitektur pada Fakultas Teknik Universitas Widya Mataram Yogyakarta.

Dalam kasus-kasus seperti ini, Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas II TPI Atambua K.A. Halim dalam rilisnya yang diterima TIMORline.com, Jumat (10/04/2020) malam mengaku telah mengambil langkah-langkah penting untuk itu.

Berikut langkah-langkah itu :
1. Dinas Kesehatan setempat melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan yang bersangkutan terlebih dahulu dan pastikan kondisinya sehat atau mengidap Covid-19 atau sakit lainnya yang dituangkan dalam surat keterangan dokter/rumah sakit umum setempat secara resmi/kedinasan sebagai pegangan petugas Imigrasi baik di lapangan atau perbatasan;

2. Koordinasi dan kerjasama dengan Konsul Timor Leste setempat/Atambua dan pastikan yang bersangkutan benar-benar warganya yang dibuktikan dengan dokumen berupa surat perjalanan, kartu identitas, dokumen keimigrasian atau dokumen lainnya sebagai bukti yuridis pembuktian kewarganegaraannya;

3. Foto diri, sidik jari dan mintakan keterangan yang bersangkutan dengan membuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) singkat berupa keterangan, dan lain-lain;

4. Kalau ada keluarganya di Atambua, juga dimintakan keterangannya sekaligus sebagai penjaminnya dalam hal keberadaan/kegiatan yang bersangkutan di Indonesia dan bertanggungjawab selama yang bersangkutan berada di kampungnya di Timor Leste;

5. Mintakan dokumen yang dapat dijaminkan atau menjadi pegangan pihak Imigrasi selama yang bersangkutan berada di kampungnya di Timor Leste, sebagai dokumen penting untuk kembali lagi ke Indonesia sehabis wabah Covid-19, untuk melanjutkan studinya di Indonesia;

6. Buatkan data base kasusnya karena masih banyak kasus ikutannya, seperti kehilangan/kelupaan, dan lain-lain paspornya;

Menurut Halim, diskresi dibuat justru untuk mengantisipasi penyebaran Civid-19 di Atambua dan sekitarnya daripada yang bersangkutan lewat jalan tikus/ilegal yang tidak dalam pengawasan tenaga medis.

“Pelintasan ilegal atau melalui jalan tikus sangat riskan dan kemungkinan penularan Covid-19 lebih tinggi”, demikian Kakanim Halim.

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar