oleh

Rakor Penanganan Covid-19, Tiga Hal Ini Dibahas Bupati Malaka Bersama Forkompimda Plus

BETUN, TIMORline.com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Plus mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Aula Pemda Malaka, Kamis (09/04/2020).

Rakor ini dipimpin langsung Bupati Malaka Stefanus Bria Seran. Dalam Rakor ini, ada tiga hal penting yang dibahas bersama, yakni isolasi mandiri, kerumunan massa, dan siaran keliling.

Seusai Rakor, Bupati Stefanus kepada pers menjelaskan tiga hal tersebut.

Soal isolsai mandiri, kata Bupati Stefanus, dilaksanakan di desa. Isolasi ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat tetapi dipantau secara ketat oleh pemerintah desa.

“Andalan kita adalah pemerintah desa, didukung kecamatan, kabupaten, Sat Pol PP, tentara dan polisi”, kata Bupati Stefanus.

Hal kedua adalah kerumunan massa. Ditekankan, kerumunan massa dimaksud adalah kerumunan massa yang ada di pasar, toko, SPBU, bengkel dan tempat hiburan umum seperti billiar.

Di tempat-tempat itu, jelas Bupati Stefanus, perlu diatur supaya physical distance-nya diterapkan. Mereka yang keluar rumah pun wajib menggunakan masker.

Karena itu, di tempat-tempat kerumunan massa, bupati mantan Kadis Kesehatan Propinsi NTT ini berharap ada kerjasama baik antara semua unsur Forkompimda dan pihak keamanan untuk membantu melakukan penertiban.

Hal ketiga adalah siaran keliling tiap hari. Menurut bupati perdana Kabupaten Malaka ini, kekuatan pencegahan dan penanganan Covid-19 adalah di tangan rakyat.

Karena itulah, para pemangku kepentingan diminta untuk memberikan pemahaman dan edukasi dengan mengajak masyarakat. Sehingga, masyarakat terlibat aktif dalam mencegah dan menangani Covid-19.

“Masyarakat harus didorong untuk terlibat aktif dalam mencegah dan menangani Covid-19 dengan menjaga warga yang melakukan isolasi diri. Kalau tidak perlu keluar, jangan keluar. Kalau terpaksa keluar harus pakai masker”, tandas Bupati Stefanus.

Bagi mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Sumba Timur ini, untuk kebutuhan masker tidak perlu yang aneh-aneh.

“Maskernya bisa dijahit sendiri dari kain. Pakai maksimal 4 jam lalu dicuci pakai sabun, rendam di air satu jam jam, kemudian jemur di panas matahari. Kalau ada setrika, disetrika sebelum dipakai lagi”, ujar Bupati Stefanus.

Hadir Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno, Dandim 1605/Belu Letkol Inf Ari Dwi Nugroho dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Malaka.

Kapolres Albert dan Dandim Nugroho sependapat kalau sejak mewabahnya Covid-19 sudah ada perintah atasan sesuai kebijakan pemerintah.

“Kita terus-menerus melakukan imbauan kepada masyarakat sesuai instruksi pimpinan dan kebijakan pemerintah untuk mencegah dan menangani Covid-19”, demikian Kapolres Albert yang diamini Dandim Nugroho secara terpisah.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar