oleh

Mahasiswa Ubaya Asal Malaka Bantu APD untuk Tiga RS di NTT

-Nusantara-155 views

BETUN, TIMORline.com-Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) Jawa Timur asal Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Sergio Francisco Boko membantu tiga rumah sakit di NTT.

Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) itu berupa baju, sarung tangan, sepatu boot dan masker.

Marius Boko, ayah dari Sergio, yang ditemui di kediamannya, Kamis (09/04/2020) sore, menjelaskan, bantuan anaknya itu diberikan ke tiga rumah sakit di NTT, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang (Kota Kupang), RSUD Mgr Gabriel Manek, SVD Atambua (Kabupaten Belu) dan RSU Penyanggah Perbatasan Betun (Kabupaten Malaka).

Menurut Marius, bantuan APD itu diperoleh Sergio dari teman-teman kuliahnya di Jawa Timur dan diberikan ke ketiga rumah sakit tersebut dalam waktu yang berbeda.

“APD itu diperoleh dari teman-teman kuliah dan teman main di Jawa Timur atas kepedulian mereka terhadap kondisi global mewabahnya virus corona saat ini di dunia dan Indonesia pada khususnya”, kata Marius.

Meniru pengakuan anaknya, bantuan serupa dilakukan Sergio dan kawan-kawan di tempat lain. Ini dilakukan bukan baru satu kali tapi sudah berulang-ulang.

Atas pengalaman sebelumnya, menurut Marius, saat penyerahan bantuan tersebut harus dibuatkan dokumentasinya sebagai bukti pertanggungjawaban kepada teman-temannya berupa gambar.

Sebab, Sergio dan kawan-kawan disebut-sebut pernah memberikan bantuan di tempat lain melalui orang tertentu. Tetapi, orang tersebut kemudian mengklaim bantuan tersebut sebagai bantuan pribadinya.

Karena itulah, Sergio dan kawan-kawan tidak menginginkan pengalaman sebelumnya terulang di masa-masa sulit seperti saat ini.

Untuk memastikan bantuan Sergio dan kawan-kawan sampai ke sasaran dan menghindari klaim orang tertentu, kali ini bantuan APD yang disumbangkan Sergio dan kawan-kawannya diantara sendiri atau melalui orangtua dan keluarga.

“Saat penyerahan bantuan, diambil gambar, sebagai bukti pertanggungjawaban anak saya itu kepada teman-temannya”, tandas Marius.

Mengutip curahan hati Sergio, Marius bilang, dari tiga rumah sakit yang dibantu, salah satu rumah sakit menolak membuat gambar.

Sebaliknya, kepada Sergio dan kawan-kawan, pihak rumah sakit tersebut hanya mengucapkan terimakasih.

Padahal, Sergio berharap ada dokumentasi berupa gambar.

“Dilihat dari jumlahnya memang sedikit sekali tetapi di masa-masa sulit seperti saat ini, bantuan yang dianggap tidak ada artinya itu justru sangat bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan”, kata Marius mempertegas sikap kepedulian anaknya.

Sergio adalah salah satu putera Marius Boko, anggota DPRD Kabupaten Malaka saat ini dari Fraksi Partai Demokrat.

Sergio lahir pada 10 Pebruari 1998. Kini, sedang menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Ubaya Jawa Timur.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar