YPTI dan YPII Gandeng Pemkab Malaka Sosialisasi Pencegahan Covid-19

WEKMIDAR, TIMORline.com-Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) dan Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka melakukan sosialisasi pencegahan Corona Virus Deasea 2019 (Covid-19) di Desa Wekmidar Kecamatan Rinhat Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung di Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nirwana Wekmidar, Rabu (08/04/2020).

Direktur YPTI Vincentius Kiabeda di hadapan peserta kegiatan, menyatakan, sebetulnya akar masalah dan penyebaran Covid-19 adalah soal Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Utamanya adalah kebiasaan keseharian kita di keluarga dan lingkungan kita. Kebiasaan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan apa pun harus dibiasakan. Lingkungan rumah juga harus dibersihkan”, kata Vincentius.

Siprianus Seran, fasilitator pada YPTI, menjelaskan, Covid-19 adalah virus yang menyebabkan manusia sakit. Gejala umumnya adalah kesulitan bernapas.

“Pada sebagian kecil kasus, bisa berakibat fatal hingga kematian”, katanya.

Menurut Sipri, orang-orang lanjut usia dan orang-orang dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes dapat mengalami gejala yang lebih fatal jika terkena virus ini.

Bagaimana seseorang bisa tertular virus ini, Sipri menjelaskan, penularannya secara langsung melalui percikan air liur saat batuk atau bersin yang mengenai orang lain.

Penularan lainnya juga secara tidak langsung melalui benda-benda yang tercemar virus akibat percikan atau sentuhan tangan dari orang yang menginap Covid-19.

Disebutkan, virus bisa tertinggal di permukaan benda-benda dan hidup selama beberapa jam hingga beberapa hari.

“Selama beberapa jam sampai beberapa hari itu virus bisa terus menginfeksi orang-orang lainnya yang menyentuh benda tersebut. Tetapi, bila benda-benda itu dibersihkan menggunakan cairan disinfektan, virus itu bisa mati”, tandas Sipri.

Lalu, apa kunci pencegahan Covid-19, Sipri menguraikan, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama minimal 30 detik.

Selain itu, hindari menyentuh muka terutama mata, hidung dan mulut.

Bersama orang lain, harus jaga jarak minimal satu meter terutama yang bersin atau batuk.

“Bila batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung pakai siku berlipat atau tisu yang kemudian langsung dibuang di tempat sampah tertutup”, tandas Sipri.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Sosialisasi Pencegahan Covid-19 dan Pembentukan Kelas Parenting Kelompok Bina Keluarga Balita Eliminasi Masalah Anak Stunting (BKB-EMAS) selama dua hari, terhitung Selasa (07/04) sampai dengan Rabu (08/04) hari ini.

Para peserta terdiri dari para kader Posyandu, petugas kesehatan dan para bidan.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: bisa copy