oleh

Gubernur VBL Imbau Media Publish Berita yang Membangun Optimisme Rakyat

-Nusantara-25 views

KUPANG, TIMORline.com-Di tengah hiruk pikuk pemberitaan berbagai media massa pers baik secara nasional maupun di level regional NTT terkait Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Propinsi NTT, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengimbau media memublish berita yang membangun rasa optimisme rakyat.

“Bapak Gubernur VBL berharap media pers ikut memberi rasa nyaman dan sejuk,” tandas Gubernur VBL melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Propinsi NTT Dr. Jelamu Ardu Marius, MSi saat ditemui di ruang kerjanya di Kupang, Selasa (07/04/2020).

Menurut Marius, dalam banyak kesempatan, Gubernur VBL menegaskan bahwa media pers memiliki tanggungjawab sosial dan moral untuk menjaga suasana batin masyarakat NTT.

“Saat ini suasana batin masyarakat kita sedang cemas, kuatir dan takut dengan wabah virus corona. Karena itu, Bapak Gubernur meminta kita semua termasuk rekan-rekan media untuk terus membangun optimisme masyarakat. Mari beri motivasi, jangan buat masyarakat kita panik,” pinta Marius.

Mengutip harapan Gubernur VBL, Marius meminta media menyampaikan informasi yang tidak mengundang kepanikan, kecemasan, ketakutan dan kekuatiran.

“Kita jangan membebankan masyarakat dengan berbagai informasi yang tidak menyejukkan suasana batin mereka,” tandas mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Propinsi NTT ini.

Marius yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Propinsi NTT menegaskan, hingga saat ini Propinsi NTT masih negatif virus corona.

“Mari kita beri rasa optimisme masyarakat untuk menghargai kehidupan ini,” pinta Marius.

Dia juga selalu mengimbau seluruh rakyat NTT untuk tetap tinggal di dalam rumah.

“Lebih banyak di dalam rumah. Kalau pun keluar rumah untuk belanja makan minum ok silakan. Tetapi begitu keluar rumah harus pakai masker”, demikian Marius.

Editor: Cyriakus Kiik (valeri guru/kasubag pers dan pengelolaan oendapat umum biro humas dan protokol setprop ntt)

Komentar