oleh

Advertorial: Mantan Wabup Belu Meninggal, Jenazahnya Diserahkan Pemkab Belu ke Keluarga

BERITA duka mengejutkan masyarakat Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Taolin Ludovikus meninggal dunia, Kamis 2 April 2020 di Rumah Sakit Siloam, Tangerang, Banten.

Dia adalah Wakil Bupati (Wabup) Belu periode 2009-2014 dan Wakil Ketua DPRD Belu periode 2005-2009.

Dari Tangerang, jenazah almarhum diterbangkan ke Kupang, ibukota Propinsi NTT. Pada keesokan harinya, Jumat (03/04), jenazah almarhum dibawa ke kediamannya di Atambua, ibukota Kabupaten Belu, sekira 279 kilometer ke arah timur.

Selama tiga hari, terhitung Sabtu-Senin (04-6/04), keluarga, para sahabat-kenalan dan pemerintah diberi kesempatan untuk melayat.

Pada Selasa (07/04), jenazah almarhum dimakamkan. Pemakaman ini diawali penyerahan jenazah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu melalui Wakil Bupati Belu J.T. Ose Luan kepada keluarga untuk dimakamkan di pekuburan keluarga.

Acara penyerahan jenazah yang ditutupi bendera Merah Putih ini ditandai dengan penyerahan foto almarhum melalui perwakilan keluarga Antonius Un.

Selanjutnya, jenazah almarhum dibawa ke kampung halamannya Sitrua Desa Kusa Kecamatan Malaka Timur Kabupaten Malaka.

Namun, sebelum ke Sitrua, jenazah almarhum masih dibawa ke rumah adat Kufeu Desa Tunabesi Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka untuk dilakukan ritual adat pelepasan.

Pelepasan dari rumah adat Kufeu ditandai tembakan salvo dua kali. Selanjutnya, jenazah almarhum dibawa ke Sitrua Desa Kusa Kecamatan Malaka Timur untuk dilakukan pemakaman.

Tokoh yang tercatat sebagai salah satu pejuang untuk memekarkan Wilayah Kabupaten Belu dan membentuk Daerah Otonom Baru Kabupaten Malaka ini meninggal dalam usia 68 tahun.

Selepas menduduki jabatan Wakil Bupati Belu pada 2014, almarhum sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Malaka Periode 2015-2020 berpasangan dengan Benny Candradinata, SE sebagai Calon Wakil Bupati tetapi gagal.

Selanjutnya, pada 2019 almarhum mencalonkan diri menjadi anggota DPRD NTT dari Partai Kebangkitan Bangsa Dapil VII Propinsi NTT dan terpilih.

Belum genap satu tahun menduduki kursi anggota DPRD NTT, almarhum meninggal dunia.

Ingat Taolin Ludovikus, ingat Bani-Bani. Pada tahun 70-an, Ludo Taolin itu seorang pemuda yang sangat tampan. Ganteng, kekar dan sedikit berjanggut. Selalu memakai topi cowboy. Tapi, saat makan atau duduk sama-sama dengan orangtua, topi itu diturunkan dari kepala dan dibiarkan tergantung di bagian tengkuk.

Warna kulit tubuhnya putih. Ke mana-mana selalu mengendarai sebuah sepeda motor besar. Kalau diparkir, sepeda motor itu selalu jadi tontonan menarik anak-anak.

Kadang dia bagi-bagi gula-gula kepada anak-anak itu. Banyak orang Bani-Bani mengenalnya dengan nama Pah Bouk. Nama itu juga akrab di kalangan anak-anak sampai sekarang.

Pah Bouk akhirnya pergi tinggalkan anak-anak Bani-Bani. Untuk selamanya. Tak kembali. Tapi, namanya kesohor sekali di Timor. Tak terkecuali di antara deretan para Raja Timor.

Dia anak Timor. Anak Raja Timor. Menjadi teladan, inspirator dan motivator semua generasi di bawahnya baik secara adat, birokrasi maupun politik.

Hal kecil yang sangat inspiratif adalah kepedulian Pah Bouk di dunia pendidikan. Saat masih menjabat Kepala Desa Kusa, Pah Bouk sempat membebaskan uang sekolah tiga tahun angkatan bagi siswa-siswi SMPK Santa Maria Fatima Nurobo antara 1991-1993.

Maklum, waktu itu sekolah ini hampir tutup karena tidak ada peminat. Theresia Ikun sebagai kepala sekolah bingung. Tetapi, dengan bebas uang sekolah, banyak anak yang berminat untuk sekolah di situ. Sebab, Pah Bouk bilang, orangtua siapa yang tidak sekolahkan anaknya di SMPK Nurobo, tidak mendapat pelayanan apa pun di desa.

Tapi, ibarat kelewang panglima perang, sarung panglima diambil musuh, isinya tertinggal. Sang inspirator itu pergi untuk selamanya. Generasi hari ini terus berjuang melanjutkan semangatnya.

Semangat regenerasi dan perubahan. Hasil-hasilnya dapat diikuti dari rekam jejak Pah Bouk. Hasil karya agung Pah Bouk yang terus dikenang masyarakat Malaka dengan nilai plus-minusnya adalah perjuangan pembentukan Kabupaten Malaka.

Saat itu, Kabupaten Malaka masih menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Belu. Untuk sebuah rencana besar pembentukan Kabupaten Malaka, Pah Bouk masuk-keluar desa-desa. Dia datangi kepala desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan.

Pah Bouk bicara dengan mereka dari hati ke hati. Obat penakluknya cuma sirih-pinang dan sopi. Itu pun kalau ada. Dia minta dukungan untuk pembentukan Kabupaten Malaka. Lalu, mereka tulis surat pernyataan. Ramai-ramai tandatangan pula atau cuma cap jempol. Surat pernyataan itu lalu dibawa ke Kantor DPRD Belu sebagai aspirasi rakyat.

Maklum, saat itu Pah Bouk merupakan anggota DPRD Belu dari Fraksi Partai Golkar sekaligus menjabat Wakil Ketua Dewan.

Dia didukung anak-anak muda yang semangat dan perjuangan mereka kala itu sangat-sangat diremehkan orang tertentu, keluarga tertentu dan kelompok tertentu. Anak-anak itu bahkan dicap ema nohai fatik (pengangguran atau gembel).

Tetapi, orang, keluarga dan kelompok tertentu itulah yang saat ini menikmati ‘kerajaan surga dunia’ Malaka. Sementara anak-anak muda itu sebagian besar menjadi penonton setia.

Berikut biodata lengkap Pah Bouk:
Nama : Taolin Ludovikus
Tempat Tanggal Lahir: Looneke, 8 Mei 1952
Istri: Theresia Noy
Anak:
Irene Maria Taolin, SH
Louise Lucky Taolin
Maria Evelina Taolin (wiraswasta/lulusan Institut Teknologi Nasional Malang)
Fransiskus Xaverius Taolin (Universitas Widya Mandala)
Josef Gerardus Taolin (BPMD Kabupaten Belu)
Maria de Rosari Taolin (IPDN Bandung)
Maria Krista Taolin (Kedokteran Universitas Brawijaya)

Hobby: Renang, mancing dan olahraga pacuan kuda
Ayah: Jeremias Taolin
Ibu: Sophia Mako
Mertua: – Petrus Funan Neno
– Marta Haki Tuna
Saudara/i kandung:
Rosadelima Taolin (alm)
Ludovikus Taolin
Leyander Taolin
Rosa Taolin
Serfina Meak Taolin
Fredrikus Taolin, SSos
Johanes Taolin
Imelda Taolin
Benediktus Thomas Taolin
Kwintinus Taolin
Yulius Taolin, SE.Akun
Wandelinus Taolin
Maxymus Taolin (alm)

Pendidikan:
SR (Sekolah Rakyat) Rafau 1963-1965
SMP Sabar Subur Betun 1965-1969
SMEA Purnama Atambua 1969-1972
APMD (Akademi Pembangunan Masyarakat Desa) Yogyakarta 1978-1981

Karir:
– 1974 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
– 1975 Pegawai Negeri Sipil (PNS)
– 1978-1981 Izin belajar pada Akademi Pembangunan Masyarakat Desa (APMD) Yogyakarta
– 1981-1986 Kepala Urusan Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Malaka Tengah
– 1986-1998 Kepala Desa Kusa
– 1998-2003 Camat Sasitamean
– 2004-2009 Wakil Ketua DPRD Belu dari Fraksi Partai Golkar
– 2009-2014 Wakil Bupati Belu
-2019-2020 anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Daerah Pemilihan (Dapil)-7 meliputi Kabupaten Malaka, Belu dan Timor Tengah Utara (TTU).

Organisasi:
Sekretaris II Senat Mahasiswa APMD Yogyakarta 1978-1979
Sekretaris Umum Senat Mahasiswa APMD Yogyakarta 1979-1980
Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang APMD Yogyakarta 1980-1981
Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang APMD Yogyakarta 1979-1980
Pembina Ikatan Keluarga Timor Tengah Utara (TTU) Yogyakarta 1978-1981
Pembina Partai Golkar Kabupaten Belu 1986-1997
Ketua Seksi Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Belu 2004-2009.
Ketua Partai Golkar Kabupaten Belu 2010-2014.

Pengalaman:
Ketua Seksi Kerawam Dewan Pastoral Paroki (DPP) Dekenat Malaka
Ketua Dewan Pastoral Paroki Seon 1986-1998
Penasehat Pengurus CCF Kusa Bhakti 1991-1999
Pendiri Yayasan Membagi Kasih (YMK)
Pendiri Yayasan Oelotu Kusa (YOK)
Ketua Yayasan Xaverius Penanganan Orang Kusta Paroki Seon
Pendukung Rumah Sakit Kusta Naob-TTU
Ketua Panitia Pembangunan Gereja Kaputu
Penasehat Panitia Pembangunan Gereja GMIT Kakuun
Penasehat Panitia Pembangunan Gereja GMIT Eokpuran. (*)

Editor: Cyriakus Kiik (Layanan Publik ini terselenggara atas kerjasama TIMORline.com dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu).

 

Komentar