Jenazah ‘Maestro Kuda’ Pah Bouk Dijemput Pasukan Pacuan Kuda Laenmanen

BETUN, TIMORline.com-Wakil Bupati Belu Periode 2009-2014 Ludovikus Taolin merupakan penggemar berat pacuan kuda. Tidak heran kalau kemudian banyak pengikutnya. Sehingga, dalam setiap even pacuan kuda di daratan Timor, pasti kuda pujaannya yang diberi nama ole lotu diikutsertakan dalam lomba.

Ludo yang biasa diakrabi Pah Bouk itu kemudian menjadi maestro kuda khususnya bagi para penggemar olahraga pacuan kuda di daratan Timor.

Pada Jumat (03/04/2020) malam, para pengikut Pah Bouk yang berada di seluruh wilayah hukum Polsek Laenmanen menunjukkan kekuatan pasukan mereka.

Mereka menjemput sang maestro kuda di Persimpangan Timor bagian timur, tepatnya di Dusun Takas Desa Tesa Kecamatan Laenmanen.

Isak tangis warga tak terbendung. Mereka berkumpul di persimpangan Takas sejak sore harinya. Ada yang datang berjalan kaki. Ada yang menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Sebagian besar dari mereka berdiri berjejer di pinggir jalan.

Sekira pukul 19.05 wita, jenazah Pah Bouk tiba di persimpangan ini. Selanjutnya, pasukan berkuda bersama-sama dengan ribuan warga setempat mengiringi dan melepas jenazah Pah Bouk sejauh delapan kilometer. Tepatnya di Dusun Auktuik, batas Desa Meotroi (Kecamnatan Laenmanen Kabupaten Malaka) dengan Desa Tasain (Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu).

Sepanjang jalan, pihak keamanan dari Polsek Laenmanen yang dipimpin langsung Kapolsek-nya Iptu Benediktus Bau tetap memantau keadaan untuk menghindari kerumunan banyak orang dan tetap menjaga jarak.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang saat ini sedang mewabah di dunia.

Seusai jenazah Pah Bouk dilepas, atas instruksi Kapolsek Benediktus, warga langsung bubar dan pulang ke rumah masing-masing.

Direncanakan,  jenazah almarhum Pah Bouk akan dibawa dari rumah pribadi Atambua ke rumah adat Bani-Bani untuk dilakukan ritual pelepasan secara adat pada Senin (06/04).

Dari Bani-Bani, jenazah almarhum akan dibawa lagi ke rumah adat Kusa untuk dilakukan hal serupa. Selanjutnya dilakukan penguburan di sini.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *