Di Kabupaten Belu, PDP dan Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Nihil

ATAMBUA, TIMORline.com-Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengikuti laporan perkembangan penyebaran Covid-19 di wilayah itu.

Hingga Sabtu (04/04/2020), tim tersebut mendapat laporan kalau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 nihil.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Belu Johanes Andes Prihatin selaku Koordinator Komunikasi dan Informasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu dalam rilisnya yang disebar kepada media menegaskan, meskipun PDP dan Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 nihil, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dan terus menjalankan pola hidup sehat.

Selain menjalankan pola hidup sehat, kata Kadis Johanes, masyarakat Belu diminta berdiam diri di rumah atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan pakai sabun.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19, Kadis Johanes meminta mereka untuk melaporkan diri di Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam. Selanjutnya, mereka diharapkan mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri, lindungi diri dan lindungi sesama.

Hingga pukul 14.00 wita Sabtu (04/04), data monitoring dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Belu terungkap, jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko dalam Pantauan sebanyak 664 orang.

Jumlah ini diakui meningkat 72 orang dari jumlah sehari sebelumnya, Jumat (03/04), sebanyak 592 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 46 orang. Jumlah yang disebut terakhir ini bertambah 6 orang dari jumlah sehari sebelumnya sebanyak 40 orang, yakni PDP dan Orang yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 nihil.

Kepada media, Kadis Johanes berterimakasih atas kemitraan yang telah dibangun dengan pemerintah dalam menghadapi ancaman Covid-19, melalui sajian berita yang layak, informasi yang dipercaya dan senantiasa membangun optimisme masyarakat.

Pemerintah mengimbau
para wartawan untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam setiap tugas jurnalistiknya dengan mengutamakan keselamatan diri dan sesama.

“Media dan pemerintah harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan Covid-19”, demikian Kadis Johanes sambil berpesan: Bersama Kita Bisa. Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan. BersamaLawanCorona, DirumahSaja.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: bisa copy