oleh

Pemkab Belu Minta Masyarakat Belu Tetap Waspadai Covid-19

ATAMBUA, TIMORline.com-Data monitoring dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan di Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Jumat, 3 April 2020 pukul 14:00 Wita, jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko dalam Pantauan (PPBP) sebanyak 592 orang meningkat 35 orang dari jumlah sehari sebelumnya sebanyak 557 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 40 orang, bertambah 1 orang dari jumlah sehari sebelumnya sebanyak 39 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Belu Johanes Andes Prihatin dalam rilis yang disebar kepada media di Atambua, Jumat (03/04/2020), menegaskan, walaupun PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, pemerintah di daerah itu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat, berdiam diri di rumah, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain.

Masyarakat setempat juga diminta tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan pakai sabun.

“Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri di Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam m. Selanjutnya, mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri. Lindungi diri, lindungi sesama.

Terkait kesiapan Pemkab Belu dalam alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19, Jumat (03/04) siang tadi tepat pukul 09:00 sampai 11:00 Wita, Plt. Sekkab Belu selaku Ketua Pelaksana Gugus Tugas sudah mendapatkan arahan dari Sekjen Kemendagri, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri dan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri melalui video conference terkait langkah-langkah penggunaan anggaran sesuai Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Melalui video conference tersebut, para pejabat Kemendagri menekankan tiga aspek utama penggunaan anggaran Percepatan Penanganan Covid-19, yaitu kesehatan, dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial.

“Berdasarkan arahan tersebut, pemerintah segera mengambil langkah-langkah teknis lanjutan”, katanya.

Di akhir rilis itu, Kadis Johanes berpesan: Bersama Kita Bisa.
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan. (*)

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar