Hasil Monitoring Covid-19 di Belu, 508 PPBP dan 31 ODP

ATAMBUA, TIMOIRline.com-Hasil monitoring Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  Kabupaten Belu hingga pukul 15:00 wita Rabu (01/04/2020) mnengungkap adanya 508 orang Pelaku Perjalanan Berisiko Dalam Pantauan (PPBP) dan 31 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi Covid-19 nihil.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Malaka Johanes Andes Prihatin dalam rilisnya yang diterima TIMORline.com, Rabu (01/04), menjelaskan data-data itu merupakan hasil monitoring Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu dari 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan se-Kabupaten Belu.

Kadis Johanes lebih jauh mengimbau  seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Belu untuk senantiasa menjalankan pola hidup sehat, berdiam diri di rumah saja, atau senantiasa menjaga jarak fisik apabila terpaksa bertemu orang lain.

Selain itu, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan pakai sabun.

“Bagi warga Kabuoaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri”, tandas Kadis Johanes.

Terkait Informasi perkembangan data monitoring dan penanganan Covid-19, Kadis Johanes menginformasikan, secara berkala Gugus Tugas akan merilis melalui website http://www.belukab.go.id, http://www.kominfo.belukab.go.id dan http://www.protokol.belukab.go.id serta media sosial Dinas Kominfo Kabupaten Belu dan media sosial Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu. Karena itu, masyarakat Belu  diimbau bijak jika mendapatkan data dari sumber lain.

Kadis Johanes juga mengimbau  masyakarat Belu senantiasa bijak menggunakan media sosial, terutama dalam situasi seperti ini.

“Hindari menyebarluaskan berita atau informasi yang belum diverifikasi kebenarannya, hindari membuat dan menyebarkan hoax, serta percaya hanya pada media mainstream dan sumber berita terpercaya. Lindungi diri, lindungi sesama”, demikian Kadis Johanes sambil berpesan: Bersama Kita Bisa, Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan. (*)

Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: bisa copy