Timor Leste Berlakukan Darurat Nasional, Ini Info Terkini dari KBRI Dili

DILI, TIMORline.com-Pemerintah Timor Leste memberlakukan darurat nasional di negara itu selama satu bulan terhitung 28 Maret sampai dengan 26 April 2020.

Darurat nasional itu diberlakukan sehubungan dengan isu global Corona Virus Dease (Covid)-19 yang sedang mewabah di dunia saat ini.

Informasi terkini yang dirilis dari laman facebook Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili, Sabtu (28/03/2020) malam pukul 21.30 waktu setempat menyebutkan, hingga 28 Maret 2020, satu orang dinyatakan positif mengidap Covid-19, sedangkan 851 orang menjalani karantina wajib.

Khusus warganegara Indonesia di negara yang pernah menjadi bagian dari wilayah Indonesia itu diinformasikan kalau saat ini empat WNI sedang menjalani karantina wajib di Hotel Audian.

Pihak KBRI Dili menginformasikan kalau pihaknya sudah menghubungi keempat WNI tersebut tetapi mereka dalam keadaan sehat.

Namun tidak disebutkan apakah empat WNI ini sudah termasuk dalam 851 warga Timor Leste yang sedang menjalani karantina wajib atau bukan. Sementara WNI yang terinfeksi, tidak ada.

Informasi lain dari KBRI Dili menyebutkan, sejak diberlakukan State of Emergency (negara dalam keadaan darurat atau darurat nasional) sejak pukul 00.00 WIT di Timor Leste, transportasi publik dihentikan.

Antara lain penerbangan Citilink dan Sriwijaya (Denpasar-Dili) dihentikan selama 1 bulan; travel jalur darat Timor Leste – Propinsi NTT juga berhenti beroperasi.

Diinformasikan pula, toko dan pasar tetap buka, namun masyarakat harus mengenakan masker dan melakukan physical distancing dan mencuci tangan di tempat yang disediakan.

Aparat Kepolisian dan Militer juga berjaga-jaga untuk memastikan tidak ada perkumpulan massa, seperti perkumpulan lebih dari 5 orang, pesta, upacara pekuburan, dan lainnya.

Sekolah dan berbagai kegiatan pendidikan malahan diliburkan sejak 24 Maret 2020 sampai masa State of Emergency berakhir.

Jam Operasional PLBN dibatasi menjadi jam 10.00 – 12.00 Waktu Timor-Leste.

Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) Timor Leste yang bekerja di Kementerian/Lembaga Timor Leste sudah mulai dikurangi, dan memberlakukan skema Work From Home (WFH).

Selama masa State of Emergency, seluruh Perizinan, Visa, Izin Tinggal Resident, dan Dokumen Administratif lainnya akan tetap berlaku meskipun melewati tanggal habis berlaku dokumen tersebut.

Informasi ini dirilis Eka Mauboy, PF Protkons pada KBRI Dili. (*)

Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: bisa copy