Terapkan WFH, Kantor Imigrasi Atambua Adakan Teleconference untuk Pantau Kinerja Pegawai

ATAMBUA, TIMORline.com-Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Tempat Pengawasan Imigrasi (TPI) Atambua Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan teleconference untuk memantau, mengawasi dan absensi kinerja pegawai di lingkungan kantor tersebut.

Sistem ini diberlakukan selama masa WFH (Work From Home/Kerja Dari Rumah) yang berlaku efektif terhitung Senin 23 Maret 2020.

Teleconference tersebut berlangsung di Atambua, Kamis (26/03/2020), dipimpin Kakanim Kelas II TPI Atambua K.A. Halim. Kegiatan ini diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kanim Atambua. Baik ASN yang piket di Kanim Atambua maupun yang bertugas di Pos Lintas Batas Negara Terpadu (PLBNT) Motaain (perbatasan Kabupaten Belu di NTT dengan Distrik Bobonaro di Timor Leste), Motamasin (perbatasan Kabupaten Malaka di NTT dengan Distrik Covalima di Timor Leste), Wini dan Napan (keduanya wilayah Indonesia di Kabupaten Timor Tengah Utara/TTU di NTT yang berbatasan langsung dengan Distrik Ambeno di Timor Leste) maupun pegawai yang bertugas di Pos Lintas Batas (PLB) Turiskain, Builalu dan Laktutus (wilayah Indonesia di Kabupaten Belu-NTT yang berbatasan langsung dengan Distrik Bobonaro, wilayah Timor Leste) dan PLB Haumeniana (wilayah Indonesia di Kabupaten TTU-NTT yang berbatasan langsung dengan Distrik Ambeno, wilayah Timor Leste).

Kanim Kelas II TPI Atambua K.A. Halim melalui rilisnya yang diterima TIMORline.com, Kamis (26/03/2020) malam, mengatakan, selain para pegawai di empat PLBNT dan empat PLB tersebut, teleconference tersebut diikuti pula para pegawai Kanim Atambua yang saat ini sedang berada di luar kota karena sedang menjalankan cutinya.

Kakanim Halim menjelaskan, selaku pimpinan, dirinya terus menggunakan Aplikasi Zoom by Teleconferences untuk memonitoring kinerja seluruh ASN Kanim Atambua yang melaksanakan WFH sebagai upaya memerangi mewabahnya pendemi global Covid-19 tetapi tetap bekerja sebagai bentuk tanggungjawab atas penggunaan anggaran negara yang diterima setiap bulannya.

Melalui teleconference tersebut, Kakanim Halim berpesan kepada ASN Kanim Atambua untuk selalu menjaga kesehatan dan melindungi diri dengan Alat Pelindung Diri (ADP) berupa masker, sarung tangan dan hand sanitizer, terkhusus pegawai yang bertugas di garis depan menjaga pintu gerbang perbatasan negara.

Kakanim Halim juga menginstruksikan bagian fasilitatif untuk segera melakukan rasionalisasi anggaran sesegera mungkin mengingat kondisi yang mendesak/emergency dalam penanganan pencegahan penularan wabah Covid-19.

Rasionalisasi anggaran dimaksud, kata Halim, terutama untuk memenuhi segala kebutuhan ASN Kanim Atambua terkait pengadaan APD seperti masker, sarung tangan, hands sanitizer.

Selain itu untuk pengadaan wastafel d ruang depan, thermogun, alat semprot disenfektan + obatnya (semprot mandiri), serta pengadaan penambahan daya tahan tubuh bagi ASN di PLBNT/PLB Pos Perbatasan Tradisional.

Kepada Kepala Tata Usaha, Kakanim Halim menyampaikan bahwa penyemprotan desinfektan telah dilakukan pada Rabu 25 Maret 2020 dibantu petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belu.

Penyemprotan dengan bantuan PMI ini akan dilakukan secara rutin setiap minggu di lingkungan Kanim Atambua pada hari libur, yakni Sabtu atau Minggu.

Sedangkan penyemprotan setiap hari kerja, yakni Senin sampai dengan Jumat dilakukan secara mandiri setiap tiga jam sekali menggunakan alat semprot kecil.

“Saya minta seluruh ASN senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan. Apabila ada kendala dalam urusan kedinasan, segera koordinasikan dengan kantor”, demikian Kakanim Halim.

Teleconference kali ini merupakan kegitan Briefing Digital ke-3. Kegiatan serupa telah dilakukan sebelumnya, yakni pada Senin 23 Maret dan Selasa 24 Maret.

Sistem kerja ini dilakukan sejak diberlakukannya sistem WFH pada Senin 23 Maret.

Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *