Kadinkes NTT Diminta Hitung Biaya APD

KUPANG, TIMORline.com-Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi, MM mendadak melakukan kunjungan di Kantor Dinas Kesehatan Propinsi NTT, Kupang, Senin (23/03/2020).

Keduanya memberi semangat dan motivasi bagi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease atau Covid-19 di Propinsi NTT. Bahkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Propinsi NTT dr Domi Minggu Mere, MKes diminta untuk menghitung kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD).

“Beberapa rumah sakit menjadi prioritas untuk segera dipersiapkan. Ada jalur untuk pengadaan APD,” ucap Kadis Domi Mere mengutip penjelasan Gubernur VBL kepada pers.

Menurut Kadis Domi, hal yang dibutuhkan dalam percepatan penanganan Covid-19 di NTT adalah ketersediaan dokter spesialis paru.

“Saat ini di NTT baru ada empat spesialis paru,” jelas mantan Dirut Rumah Sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang.

Menurut dia, Gubernur telah mengambil langkah untuk memobilisasi dokter paru tersebut. Mobilisasi sesuai kebutuhan,” tandas Kadis Domi.

Kadinkes Domi sendiri saat ini telah mengundang teman-teman dari organisasi propinsi baik ikatan dokter, ikatan perawat, laboratorium maupun sanitasi.

“Kami semua berkumpul dan merumuskan peran apa yang bisa diambil berkaitan dengan upaya-upaya yang bisa diambil untuk tindakan kesehatan nanti serta upaya preventif dan promotif termasuk sosialiasi ke masyarakat agar tidak ada kegelisahan di lapangan,” kata dia.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setprop NTT Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengaku, kehadiran Gubernur VBL dan Wagub Nae Soi di Kantor Dinas Kesehatan sangat berarti untuk memberi kenyamanan secara psikologis bagi para dokter dan tenaga medis lainnya.

Gubernur dan Wakil Gubernur malahan meminta pihaknya untuk membuat simulasi bagaimana jika di antara 101 orang ini ada yang positif.

Disebutkan, dari 122 Orang Dalam Pemantauan atau ODP sejak 3 Maret 2020 lalu hingga kini menjadi 101 orang. Rinciannya, Kota Kupang 34 orang, yang sembuh/selesai pemantauan 10 orang, jumlah saat ini 24 orang dan 1 orang masih dirawat di RS.

Sementara untuk Lembata 2 orang dan masih dirawat di rumah sakit, di Mabar 21 orang, Kabupaten Kupang 2 orang, Sikka 15 orang, TTS 4 orang, Matim 1 orang, Flotim 2 orang, Malaka 1 orang, Alor 1 orang, Sumba Timur 6 orang, Belu 5 orang, SBD 8 orang, Ende 3 orang, Manggarai 6 orang.

Sedangkan Ende dari 3 orang 1 dirawat di rumah sakit, SBD 2 orang dirawat di rumah sakit, Sumba Timur 1 orang dirawat di rumah sakit, Alor 1 orang dirawat di rumah sakit dan Manggarai Barat 1 orang dirawat di rumah sakit.

Editor: Cyriakus Kiik (valeri guru/kasubag pers dan pengelolaan pendapat umum biro humas dan protokol Setprop ntt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: bisa copy