oleh

Pemprop NTT: ODP Kebanyakan Warga yang Berkunjung di Daerah Terpapar Covid-19

KUPANG, TIMORline.com-Trend perubahan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang diduga terpapar virus Corona di Propinsi NTT terus bergerak naik. Karena itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona yang diketuai Sekretaris Propinsi (Sekprop) NTT Ir. Benediktus Polo Maing dan secara teknis dipercayakan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT drg. Dominikus Minggu Mere serta Kepala Biro Humas dan Protokol Sekprop NTT Dr. Jelamu Ardu Marius, MSi selaku juru bicara pemerintah, terus mengupdate berbagai informasi dan data yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se NTT.

“Kami akan terus mengupdate informasi yang kami terima. Informasi-informasi teknis yang ada di lapangan akan dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT dan kita sudah mengumpulkan data dari kabupaten/kota di seluruh NTT,” tandas Jelamu Ardu Marius kepada pers di Media Center Pemerintah Propinsi NTT di Gedung Sasando Jalan El Tari Kupang, Jumat (20/03/2020) malam.

Menurut Marius, seluruh masyarakat NTT harus mengantisipasi berbagai hal yang berkaitan dengan penyebaran virus Corona.

“Kami berharap Indonesia khususnya Propinsi NTT selalu terjaga dan tentu komitmen dari seluruh masyarakat NTT menjadi hal yang paling penting dalam menjaga kesehatan masyarakat itu sendiri,” kata Marius.

Marius menyebutkan, angka ODP semakin naik dari hari ke hari. Dari data dan analisis data yang dilakukan, yang menjadi ODP kebanyakan warga NTT yang melakukan perjalanan ke daerah-daerah yang terpapar virus.

“Kita harapkan saudara-saudara yang datang dari Denpasar, Jakarta, Kalimantan Barat, Surabaya, Jawa Barat, Solo, Jogjakarta dan daerah-daerah lainnya untuk melakukan isolasi mandiri sementara selama 14 hari sambil melihat perkembangan dan mengonsultasikan kesehatan mereka di rumah sakit dan Puskesmas,” tegas Marius.

Gubernur NTT sendiri, jelasnya, telah mengeluarkan instruksi kepada masyarakat untuk bisa memroteksi diri. Sehingga, para kepala desa dan ketua RT diharapkan untuk memantau daerahnya masing-masing.

“Pantau warga yang keluar dari NTT khususnya ke daerah-daerah yang terpapar virus,” kata Marius.

Kadis Kesehatan Propinsi NTT dr Dominikus Minggu Mere mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada pers yang gencar memberitakan tentang virus Corona di Propinsi NTT.

Kepada media, Kadis Domi mengungkapkan, hingga saat ini jumlah pasien Orang Dengan Pemantauan (ODP) bertambah menjadi 41 orang dari 24 orang.

Data ini adalah data yang dikeluarkan pada Kamis (19/03/2020) malam pukul 21.00 wita.

“Seandainya siang ini (Jumat, 20/03/2020), ada perkembangan di beberapa kabupaten/kota akan kami update laporan itu dalam beberapa waktu ke depan, dan malam nanti akan diupdate seluruh laporan dari teman-teman di lapangan”, katanya.

Dia merincikan, Kota Kupang 18 orang, Lembata 2 orang, Sikka 12 orang, Manggarai Barat 7 orang dan Kabupaten Kupang 1 orang.

Menurut dia, saat ini di Indonesia sudah ada sembilan daerah yang terpapar virus Corona.

“NTT ini ada penerbangan langsung dari daerah terpapar seperti Bali. Ada penerbangan langsung ke Kupang, Sumba, Labuan Bajo, Ende dan Sikka. Di daerah-daerah terpapar ada cukup banyak warga NTT yang bekerja di sana. Tidak menutup kemungkinan suatu ketika mereka akan kembali dan perkiraan saya ODP ini akan terus meningkat pada minggu-minggu yang akan datang,” sebut mantan Direktur RSUD Prof. W.Z. Johanes Kupang.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga telah mengambil langkah-langkah antisipasi terutama kelompok ASN baik ASN dalam lingkup propinsi maupun kabupaten/kota.

Dijelaskan, sebelumnya sudah dilakukan rapat koordinasi dengan seluruh komponen terutama Gugus Tugas Propinsi NTT. Yang hadir adalah seluruh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota seluruh NTT dan direktur rumah sakit.

“Hari ini (Jumat) kita akan mengadakan rapat koordinasi dengan para Sekretaris Kabupaten seluruh NTT. Hal ini dimaksudkan agar kita punya kesamaan gerak dan langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang mematikan,” tambah Kadis Domi.

Editor: Cyriakus Kiik (valeri guru/biro humas dan protokol setprop ntt)

Komentar