oleh

Bupati Willy: Hotel Setia Jadi Alternatif Pilihan Pengunjung

ATAMBUA, TIMORline.com-Bupati Belu Willybrodus Lay berharap kehadiran Hotel Setia di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu menjadi alternatif pilihan pengunjung.

“Kehadiran Hotel Setia semakin mempermudah para pengunjung untuk memilih tempat menginapan yang diinginkan, sekaligus meningkatkan sektor ekonomi dan kepariwisataan di Belu,” tandas Bupati Willybrodus saat meresmikan Hotel Setia di Jln Marsda Adi Sucipto Kelurahan Tenukiik Kecamatan Atambua Kota, Senin (16/03/2020).

Willy, begitu akrabnya Bupati Willybrodus Lay disapa, menjelaskan, hotel merupakan salah satu unsur pendukung terselenggaranya pariwisata.

Karena itulah, Bupati Willy mengapresiasi dan berterimakasih atas inisiatif dan kerjasama berbagai pihak yang menghadirkan Hotel Setia di Kabupaten Belu.

“Saya berterimakasih kepada Bapak Santoso dan Ibu Maria Liu yang sudah membantu pemerintah dengan membangun hotel ini,” kata Bupati Willy.

Bupati Willy yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Belu itu berharap setiap pengunjung yang menginap di hotel tersebut tetap setia sesuai namanya Hotel Setia.

Peresmian hotel berbintang ini diawali dengan misa pemberkatan gedung yang dipimpin Deken Atambua RomoStefanus Boi Sala, Pr bersama para pastor konselebran.

Hotel ini hadir sebagai sarana akomodasi umum di Belu yang sangat membantu para wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang sedang berwisata untuk menggunakan jasa penginapan yang tersedia.

Hotel Setia juga menawarkan berbagai fasilitas mewah mulai dari ruang kamar dengan interior yang kontemporer, fasilitas kamar mandi dilengkapi dengan Hot and Cool Shower, serta TV LCD yang menawarkan berbagai akses siaran.

Hotel Setia mempunyai kapasitas 60 kamar yang terbagi dalam Standard Twin/Double, Superior Twin/Double, Deluxe Twin, Triple Bed, VIP I (1 Duoble) dan VIP II (1 Double + 1 Single).

Turut hadir para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengusaha, tokoh masyarakat dan tokoh agama. (*)

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar