oleh

Wisuda STKIP Sinar Pancasila, Zakarias Nahak: Terimakasih STKIP, Terimakasih Bapak Mikael

BETUN, TIMORline.com-Yayasan Marlilu yang membawahi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Sinar Pancasila Betun, Sabtu (14/03/2020), mewisuda 30 sarjana.

Wisuda itu dilakukan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana Angkatan ke-1 STKIP Sinar Pancasila Betun di Aula Glory Hall Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah, Betun, ibukota Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Asisten I Bidang Pemerintahan pada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Malaka Zakarias Nahak dalam sambutannya menyampaikan terimakasih berulang-ulang kepada STKIP Sinar Pancasila dan Mikael Bria sebagai pemrakarsa, pendiri dan pemilik sekaligus sebagai Yayasan Marlilu yang telah menghadirkan persekolahan Sinar Pancasila di Betun pada 1976.

“Terimakasih STKIP, terimakasih Bapak Mikael. STKIP dan Bapak Mikael sudah ikut membangun sumber daya manusia (SDM) Malaka di jamannya hingga saat ini”, kata Asisten Zakarias.

Menurut Asisten Zakarias, Mikael Bria adalah pahlawan pendidikan di Kabupaten Malaka. Sebab, pada awal merintis dan mendirikan persekolahan Sinar Pancasila Betun, yang dimiliki Mikael hanya semangat.

“Bapak Mikael semangat sekali. Kita berterimakasih dan bersyukur kepada Bapak Mikael yang sudah menghadirkan persekolahan Sinar Pancasila Betun”, kata Asisten Zakarias berulang-ulang.

Sebagai kesaksiannya tentang kehadiran persekolahan Sinar Pancasila, Asisten Zakarias mengaku kalau dia termasuk angkatan SMA Sinar Pancasila.

Selain SMA, disebutkan ada pula SMP. Belakangan ada pula STKIP.

“Ini bukti nyata kontribusi Bapak Mikael dan STKIP untuk pembangunan sumber daya manusia Kabupaten Malaka”, kata Asisten Zakarias.

Mantan Inspektur Kabupaten Belu itu lebih jauh mengingatkan para wisudawan-wisudawati kalau kelulusan mereka itu baru lulus pengetahuan. Tetapi, pengetahuan mereka akan dibuktikan di masyarakat.

Mengenang kembali masa sekolah, Asisten Zakarias bilang, mereka selalu diolok teman-teman lain yang sekolah di luar Betun.

“Yang paling penting bukan sekolah di mana, atau sekolah di sana sekolah di sini tapi orangnya. Kalau orangnya tidak ada kemauan untuk semangat sekolah secara benar, sekolah di sana sini, di kampung atau kota, tetap tidak berhasil”, tandas Asisten Zakarias.

Ketua STKIP Sinar Pancasila Antonius Berkanis kepada wartawan mengharapkan 30 sarjana lulusan STKIP Sinar Pancasila Betun yang diwisuda tetap menjaga martabat mereka sebagai guru.

“Kalau martabat gurunya tidak dijaga, pelayanan mereka kepada masyarakat tidak ada gunanya. Nanti yang disoroti adalah STKIP Sinar Pancasila. Yang disoroti adalah lembaga, almamater mereka”, demikian Antonius, mantan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang ini.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar