Kemitraan YPII, YPTI dan Pemkab Malaka Hasilkan 60 Duta Sanitasi

BETUN, TIMORline.com-Kemitraan yang harmonis antara Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) dan Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya menghasilkan 60 Duta Sanitasi.

Ke-60 Duta Sanitasi itu dikukuhkan Asisten I Sekretariat Kabupaten (Setkab) Malaka Zakarias Nahak di bersamaan dengan acara Penutupan Pelatihan Pendidik Sebaya STBM dan MKM Tingkat Sekolah Dasar Kabupaten Malaka di Hotel Ramayana, Betun, Selasa (10/03/2020).

Pengukuhan itu ditandai dengan penyematan rompi Duta Sanitasi secara simbolis kepada dua murid peserta pelatihan.

Asisten I Setkab Malaka Zakarias Nahak menegaskan, kesehatan itu dimulai dari diri sendiri. Sehingga, anak-anak harus dibiasakan hidup sehat sejak dini.

“Anak-anak dibutuhkan untuk perubahan kesehatan di Kabupaten Malaka”, tandas Zakarias.

Menurut mantan Inspektur Kabupaten Belu itu, hidup sehat itu menjadi program seluruh dunia. Sebab, bila tidak sehat, tidak bisa membangun menuju perubahan.

Sebagai contoh, di Kabupaten Malaka ada Program Perang Sampah. Sehingga, semua warga Kabupaten Malaka berkewajiban, antara lain memungut sampah di samping kiri-kanannya dan muka-belakangnya kemudian diisi di tempat sampah yang ada.

“Jangan buang sampah di sembarang tempat”, katanya.

Lain contoh, Asisten Zakarias menyebut kebiasaan hidup sehat di SDK 01 Betun, SDK 02 Betun dan SDI Tabene.

“Di sekolah-sekolah ini ada tempat dan air cuci tangan. Saya tidak tahu di sekolah lain. Tapi, hal-hal seperti ini harus menjadi contoh untuk dilakukan di sekolah lain”, tandas Asisten Zakarias.

Kepada 60 murid yang menjadi Duta Sanitasi Kabupaten Malaka, Asisten Zakarias berpesan untuk memberitahu orangtua di rumah dan teman-teman di sekolah untuk hidup sehat.

Antara lain, dengan membuang sampah pada tempatnya dan membuat jamban yang ramah.

Direktur YPTI Vincentius Kiabeda mengingatkan, yang paling utama di sekolah adalah Trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), yakni
pendidikan kesehatan di sekolah,
pelayanan kesehatan di sekolah dan Pembinaan lingkungan yang sehat dan ramah anak.

Menurut Vincent, yang harus berperan dalam Trias UKS adalah guru UKS dan promoter kesehatan (promkes) dalam kerjasama dengan pemerintah desa dan sekolah.

Silviana Delfiana dari YPII mengingatkan, pelatihan Pendidik Sebaya sudah selesai tapi harus dilanjutkan para Duta Sanitasi yang ada di sekolah-sekolah sebagai agen perubahan sanitasi.

“Sekolah dan Puskesmas bisa melanjutkan apa yang diperoleh selama kegiatan Pelatihan Pendidik Sebaya untuk menjadikan Kabupaten Malaka sebagai Kabupaten Sanitasi”, demikian Silviana.

Di akhir acara, Oktovianus dan Heliberta diberi kesempatan untuk memberi kesaksian.

Oktovianus mengaku mendapat banyak hal selama kegiatan. Antara lain tentang mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan di sekolah, dan lainnya.

Heliberta bilang, sepulangnya dari kegiatan itu, dia akan memberitahukan teman-teman di sekolah tentang perilaku hidup bersih dan sehat.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *