PT Agogo Golden Grup Diminta Gunakan Hak JawabTerkait Pemberitaan suaraflomora.com

KUPANG, TIMORline.com-PT Agogo Golden Grup di Kabupaten Ende Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta menggunakan hak jawab dan hak koreksi dalam menanggapi pemberitaan media online suaraflobamora.com.

Permintaan ini bersumber dari Dewan Pers RI menyusul adanya laporan polisi yang dilakukan PT Agogo Golden Grup di Polres Ende. Dalihnya, pencemaran nama baik.

Atas laporan tersebut, Pemimpin Redaksi suaraflobamora.com Fabianus Latuan, SSos memohon Perlindungan Hukum Terkait Kriminalisasi Terhadap Wartawan.

Permohonan itu tertuang dalam Surat Pemimpin Redaksi atau Penanggungjawab  suaraflobamora.com Nomor: 01/Red.SF/01/20, tertanggal 17 Januari 2020 tentang Permohonan Perlindungan Hukum Terkait Kriminalisasi Terhadap Wartawan.

Berdasarkan permohonan pihak suaraflobamora.com, Dewan Pers menyimpulkan, pemberitaan suaraflobamora.com termasuk produk jurnalistik. Dengan demikian, jika pelapor (PT. Agogo Golden Group) merasa dirugikan oleh pemberitaan media tersebut maka dapat menuntut hak jawab atau hak koreksi kepada media yang bersangkutan dan/atau mengadukannya kepada Dewan Pers untuk diperiksa dan diselesaikan oleh Dewan Pers.

Kesimpulan ini dinyatakan Dewan Pers melalui suratnya Nomor: 103/DP.K/II/2020, Perihal : Tanggapan Dewan Pers, tertanggal 5 Februari 2020.

Kesimpulan tersebut, jelas Dewan Pers, berdasarkan Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor: 2/DP/MoU/II/2017 dan Nomor: B/15/II/2017 tentang Koordinasi Dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan.

Dewan Pers kemudian mengutip Dalam Pasal 5 ayat (2) Undang-undang Tentang Pers, yang menyatakan, apabila menerima laporan masyarakat terkait adanya dugaan tindak pidana di bidang Pers maka terlebih dahulu dilakukan penyelidikan dan hasilnya dikoordinasikan dengan Dewan Pers untuk menyimpulkan perbuatan tersebut apakah tindak pidana atau pelanggaran Kode Etik Jurnalistik.

Disebutkan, sesuai kajian dan analisa pemberitaan yang dilakukan Ahli Pers dari Dewan Pers, pemberitaan yang dilakukan suaraflobamora.com merupakan produk jurnalistik karena menjalankan fungsi kontrol sosial dan memberikan informasi kepada masyarakat.

“Kalaupun ada pelanggaran Kode Etik Jurnalistik dalam berita tersebut, penyelesaiannya tetap mendahului mekanisme yang sudah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor: 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik di Dewan Pers,” tandas Dewan Pers.

Surat yang ditandatangani Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh tersebut ditembuskan kepada Kepala Kepolisian Resort Ende di Ende dan Komisi Hukum Dewan Pers di Jakarta.

Dalam pemberitaan suaraflobamora.com sebelumnya, Komisaris PT. Agogo Golden Group Frengky Ratu Taga melaporkan wartawan suaraflobamora.com di Ende, Stefanus Bata di Polres Ende dengan UU ITE, dengan sangkaan tanpa hak menyebarkan berita bohong yang merugikan pihak konsumen.

Laporan yang dilakukan Frengky Ratu Taga pada Juli 2019 tersebut terkait pemberitaan tentang proyek pembangunan  Jalan Propinsi NTT ruas Bealaing – Mukun – Mbazang senilai Rp 14,1 miliar yang terlambat dalam pelaksanaannya.

Bahkan hingga saat ini proyek tersebut belum diselesaikan PT. Agogo Golden Group.

Anehnya, laporan Frengky Ratu Taga tersebut diproses Polres Ende hingga dinaikkan ke tahap penyidikan.  Wartawan suaraflobamora.com, Stefanus Bata dan Pemred suaraflobamora.com sempat diperiksa sebagai saksi dalam tahap penyidikan.

Menghadapi masalah tersebut, selain meminta perlindungan hukum dari DPR RI, khususnya Komisi III DPR RI dan Dewan Pers oleh Pemred suaraflobamora.com, para wartawan yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Peduli Pembangunan (Kowappem) NTT sempat mengadukan penyidik Polres Ende ke Propam Polda NTT.

Berdasarkan laporan tersebut dilakukan gelar perkara di Polda NTT pada awal Pebruari 2020.  Hasil dari gelar perkara itu, merekomendasikan agar masalah delik pers tersebut diselesaikan melalui Dewan Pers. (*)

Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *