oleh

Kemenkominfo RI Adakan Seminar Literasi Digital di Kabupaten Belu

ATAMBUA, TIMORline.com-Direktorat Pemberdayaan Informatika (Dit PI) pada Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyelenggarakan Seminar Literasi Digital di Gedung Wanita Betelalenok, Atambua, Rabu (04/03/2020).

Seminar bertema: Masyarakat Cakap Literasi Digital itu dihadiri 300 peserta terdiri dari camat, kepala desa, ASN, mahasiswa, pelajar, pemuda lintas agama, karangtaruna, babinsa dan bhabinkamtibmas.

Wakil Bupati (Wabup) Belu J.T. Ose Luan yang membuka seminar tersebut menjelaskan, melalui kegiatan Literasi Digital itu dapat mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi dan komunikasi dengan alat komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan, mengelolah dan membuat informasi secara cerdas, kreatif dan produktif.

Atas penyelenggaraan kegiatan tersebut, Wabup Ose berterimakasih kepada pihak Kementerian Kominfo RI yang bersedia datang dan memberikan pencerahan tentang literasi digital di Kabupaten Belu.

“Literasi Digital adalah sebuah urgensi di era digital. Dengan adanya literasi digital, setiap orang akan lebih kritis terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari”, katanya.

Menurut mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Belu tersebut, melalui literasi digital seseorang mampu memfilter mana yang baik dan mana yang buruk. Caranya, dengan memilih dan memilah positif-negatifnya sehingga bisa mendapatkan manfaat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebesar-besarnya.

Mantan Kepala Bappeda Belu itu menjelaskan, generasi muda yang kurang memiliki kompetensi digital, sangat berisiko bagi mereka. Sebab, mereka akan tersisih dalam persaingan memperoleh pekerjaan, partisipasi demokrasi, dan interaksi sosial.

“Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif”, katanya.

Mantan Kepala Kantor Sosial Politik Kabupaten Belu ini mengatakan, membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif masyarakat secara bersama-sama.

“Menjadi literat digital berarti memahami kapan dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan positif”, tandas Wabup Ose.

Wabup Ose berharap melalui seminar literasi digital ini para peserta bisa menambah wawasan dan pengetahuan baru terkait penggunaan teknologi digital, memahami aturan, norma dan etika pemanfaatan teknologi digital dan secara langsung dapat menggunakan teknologi digital secara benar dan bertanggungjawab serta dapat menyebarkan informasi yang baik dan benar kepada sanak keluaraga dan masyarakat.

Kepala Seksi Perancang Literasi Digital Direktorat PI Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Rangga Adi Negara menjelaskan, kegiatan seminar literasi digital itu diadakan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital.

Rangga juga mengatakan, melalui seminar literasi digital itu masyarakat dapat memahami berbagi aturan, norma dan etika terkait pemanfaatan teknologi serta bisa mempraktekkan langsung pemanfaatan teknologi digital yang produktif dan bertanggungjawab.

Seminar ini disertai pula dengan praktekkum secara langsung pemanfaatan Teknologi Digital. Ini dimaksudkan untuk semakin memahami aturan, norma dan etika terkait pemanfaatan Teknologi Digital.

Ada pula materi-materi yang bersifat permainan dalam mengasah penggunaan teknologi.

Selain Kepala Seksi Perancang Literasi Digital Rangga Abdi Negara, hadir sebagai pemateri adalah Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Belu Drs. Frans R.M dan Perwakilan LSM Masyarakat Anti Fitnah dan Hoax Indonesia Giri Lumakto. Bertindak sebagai moderator adalah Kepala Bidang Hubungan Media dan Sumber Daya, Dominic Maly, SSos.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed