Beberapa Fasilitas PLBN Motamasin-Malaka di Perbatasan Timor belum Dimanfaatkan

MOTAMASIN, TIMORline.com-Wilayah Perbatasan Timor khususnya Perbatasan Motamasin di Desa Alas Selatan Kecamatan Kobalima Timur Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berbenah.

Ini terbukti dari fasilitas negara dan fasilitas umum yang dibangun di sana.

Yang menggembirakan warga Perbatasan Timor di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin ini adalah pada Rabu 4 Maret 2020 telah dilakukan uji coba pemanfaatan Pasar Tradisional.

Pasar ini dibangun di Rest Area Motamasin. Bersamaan dengan uji coba ini, warga sekitar mulai memanfaatkannya untuk berjualan.

Tetapi, pasar tradisional ini dibangun bergandengan langsung dengan beberapa fasilitas negara dan fasilitas umum yang belum dimanfaatkan. Fasilitas negara dan fasilitas umum apa itu?

Administrator PLBN Motamasin Reinold Uran di sela-sela pemantauan pemanfaatan uji coba pasar tradisional PLBN Motamasin, Rabu (04/03/2020) menyebutnya satu per satu.

Ruang perwakilan pemerintah dan perbankan Pasar Perbatasan PLBN Motamasin yang belum dimanfaatkan. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Reinold menyebutkan, di Rest Area ini tidak hanya pasar tradisional. “Di sini ada ruang Perwakilan Pemerintah Daerah. Ada juga ruang untuk perbankan. Ruang-ruang ini bisa digunakan. Kalau ada pejabatnya, silahkan datang dan tempati. Itu ruangannya”, kata Reinold sambil menunjuk ruang perwakilan pemerintah daerah.

Ruangan perwakilan pemerintah daerah ini berada di bangunan paling ujung barat, tepatnya di pintu masuk pasar.

Ruang pemerintah ini dibangun berdampingan dengan ruang untuk perbankan.

“Bank mana saja bisa menempati ruangan ini”, tandas Reinold.

Pasar tradisional PLBN Motamasin yang sudah dimanfaatkan. (Foto: Facebook/Philipus Molo).

Setelah dua ruang itu, ada pasar tradisional yang terbuka untuk umum. Untuk sementara, pedagangnya masih didominasi warganegara Indonesia di sekitar kawasan PLBN Motamasin.

Di ujung timur pasar itu, ada ruangan lainnya yang belum dimanfaatkan.

Reinold menyebut ada ruang promosi, ruang usaha kecil dan menengah (UKM), ruang hiburan (entertaintment room) dan ruang mini mart.

Untuk menempati ruangan-ruangan ini, jelas Reinold, peminatnya mesti memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU).

“Untuk memastikan para peminat memiliki izin atau tidak, itu kewenangan dinas teknis. Di Kabupaten Malaka, kewenangan itu ada di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu”, kata Reinold sambil menunjuk Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Malaka Martinus B.W. Tembu.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Malaka Martinus B.W. Tembu (paling kanan). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Martinus yang akrab disapa Aten itu tersipu-sipu mengelak memberi penjelasan.

Meskipun tidak resmi, secara informal Aten mengatakan, nama pelaku UKM berizin semuanya ada di kantor.

Karena pasar ini ada di perbatasan, kata Aten, urusannya ada di Seksi Perdagangan Internasional. Tapi, penjelasan resminya di Kepala Dinas.

Kepala Seksi Perdagangan Internasional Fransiskus Xaverius Manek yang berdiri di dekat Aten tampak senyum-senyum.

Sesuai pantauan TIMORline.com, sama halnya dengan ruang perwakilan pemerintah dan perbankan, ruang promosi, ruang UKM, ruang hiburan dan mini mart juga belum dimanfaatkan.

Ruangan-ruangan itu dilengkapi dengan kipas angin dan Air Condition (AC). Sudah pasti ada lampu listrik yang memadai.

Sebagai informasi kepada publik, Reinold terus membangun koordinasi dan komunikasi dengan Camat Kobalima dan Kobalima Timur bersama para kepala desa di wilayah masing-masing.

Koordinasi dan komunikasi itu dimaksudkan untuk membantu melakukan sosialisasi dalam pertemuan-pertemuan di kantor atau tempat umum lainnya tentang pemanfaatan Rest Area PLBN Motamasin.

Selain melalui pemerintah desa dan kecamatan, pihak PLBN Motamasin juga melakukan sosialisasi melalui media sosial dan selebaran internal yang mereka miliki.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *