oleh

Pasar Perbatasan Motamasin-Malaka Dibuka untuk Indonesia dan Timor Leste

BETUN, TIMORline.com-Masyarakat Perbatasan Timor yang berada di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin Desa Alas Selatan Kecamatan Kobalima Timur Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) patut bergembira.

Sebab, terhitung Rabu (04/03/2020), telah dilakukan uji coba penggunaan Pasar Perbatasan Motamasin, tepatnya di Rest Area PLBN Motamasin.

Dari pantauan TIMORline.com di lokasi, para pedagang mulai berdatangan ke lokasi pasar sekira pukul 05.00 wita. Lalu, mereka menjajakan barang dagangan mereka di area pasar tradisional yang ada.

Ada yang jualan sembilan bahan pokok (sembako). Lainnya, jualan pakaian bekas dan makanan.

Terpantau, pedagang yang berjualan hanya warganegara Indonesia di sekitar kawasan PLBN Motamasin yang berdomisili di desa-desa sekitar wilayah Kecamatan Kobalima dan Kobalima Timut. Sedangkan, warganegara Timor Leste belum kelihatan.

Uji coba pemanfaatan pasar ini mendapat pantauan pula dari Administrator PLBN Motamasin Reinold Uran bersama staf dan Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Malaka Martinus B.W. Tembu, Kepala Seksi Perdagangan Internasional Frans Xaverius Manek, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Modal Petrus Nahak Fahik dan Kepala Seksi Perencanaan Manuel Bau.

Beberapa anggota Polisi Nasional Timor Leste (PNTL) juga terlihat mengamat-amati jualan para pedagang di seluruh area pasar.

Administrator PLBN Motamasin Reinold Uran di sela-sela pemantauan pasar, menjelaskan, peminat pasar sedikit kurang pada hari pertama ini. Sebab, pada hari bersamaan juga di Suai-Distrik Covalima Timor Leste ada Pasar Salele.

Untuk awal ini, yang bisa berjualan di Pasar Perbatasan Motamasin hanya warganegara Indonesia di sekitar kawasan PLBN Motamasin. Tidak tertutup kemungkinan bagi warga lain yang jauh dari kawasan ini.

Sedangkan warganegara Timor Leste hanya datang belanja. Yang datang hanya untuk belanja juga adalah warganegara Indonesia yang jauh dari kawasan pasar.

“Warganegara Timor Leste dan warganegara Indonesia lainnya yang jauh dari kawasan pasar bisa jualan juga tetapi kita lihat dulu perkembangan pasarnya. Untuk saat ini kita prioritaskan dulu yang di sekitar kawasan pasar ini”, kata Reinold.

Menurut Reinold, Pasar Perbatasan Motamasin direncanakan beroperasi setiap Rabu. Sehingga, uji coba juga dilakukan pada Rabu. Tetapi, setelah dilakukan survei terhadap para pedagang, disepakati pasar dibuka pada Senin.

Sebab, kalau Pasar Perbatasan Motamasin beroperasi pada Rabu berarti orang Timor Leste tidak datang belanja. Sebab, pada hari yang sama Pasar Salele juga beroperasi.

Selain itu, ada juga beberapa pasar di sekitar kawasan Pasar Perbatasan Motamasin yang beroperasi mulai Senin sampai dengan Sabtu.

Sebagai misal, Senin Pasar Besikama, Selasa Pasar Wemasa, Rabu Pasar Kada, Kamis Pasar Alas, Jumat Pasar Welaus dan Sabtu Pasar Betun.

Untuk perubahan hari pasar, janji Reinold, pihaknya akan menginformasikan hal itu ke pihak Timor Leste.

Tetapi, sebelum informasi perubahan hari pasar itu disampaikan ke Timor Leste, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Camat Kobalima dan Kobalima Timur bersama para kepala desa masing-masing di kawasan perbatasan.

Sebagai informasi kepada publik tentang beroperasinya Pasar Perbatasan Motamasin, Reinold dan staf akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui para kepala desa dalam pertemuan-pertemuan di kantor desa atau pertemuan di tempat lainnya.

Sosialisasi juga akan dilakukan melalui selebaran internal PLBN Motamasin, media sosial dan mimbar gereja.

Selain pasar tradisional, ada ruang untuk Perwakilan Pemerintah, ruang promosi, ruang entertainment, ruang Usaha Kecil Menengah dan mini mart.

Ruangan-ruangan ini hingga saat ini belum dimanfaatkan.

Nurhaeni, salah satu pedagang pakaian, tampak malu-malu saat dimintai pendapatnya soal pendapatan yang diperolehnya.

“Ini hari pertama, jadi kita mengerti saja. Minggu depan, kita datang lagi”, katanya.

Nurhaeni sendiri mengaku sangat gembira dengan kehadiran Pasar Perbatasan Motamasin ini.

Kesan serupa disampaikan Stefanus, pedagang lainnya. “Ini hari pertama, baru buka pasar. Kita mengerti. Saya datang untuk jualan”, tandas Stefanus, sambil mengangkut barang-barang ke dalam truknya yang sudah siaga.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar