oleh

Di Malaka, PMT Dioptimalkan untuk Cegah Stunting

BESIKAMA, TIMORline.com-Pemberian Makanan Tambahan (PMT) diyakini merupakan salah satu upaya mencegah stunting di Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebab, melalui PMT para ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak-anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD) memperoleh asupan gizi yang baik untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh.

Untuk itu, di Kabupaten Malaka, tepatnya di SDK Umatoos Desa Umatoos Kecamatan Malaka Barat, Senin (02/03/2020) siang tadi, dilakukan Launching Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Untuk Bumil/Busui, Bayi/Balita, Anak PAUD, TK dan SD sebagai Upaya Pencegahan Stunting.

Asisten I Bidang Pemerintahan pada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Malaka Zakarias Nahak menjelaskan, yang namanya makanan tambahan berarti hanya stimulan atau rangsangan saja.

Sebaliknya, makanan utama itu ada di rumah. Sehingga, Asisten Zakarias menegaskan, anak-anak sebelum ke sekolah harus makan.

“Orangtua jangan mengharapkan anak-anak makan di sekolah. Sebab, di sekolah itu makanan tambahan, bukan makanan utama”, katanya.

Mengapa harus makan di rumah, Asisten Zakarias mengatakan, anak-anak di sekolah hanya bertahan sampai dengan pukul 09.00 wita. Selanjutnya, mereka mengatuk karena lapar. Sehingga, anak-anak tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

“Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung dalam kehidupan anak, pertumbuhan tubuh mereka terhambat dan tidak sehat”, tandas mantan Inspektur Kabupaten Belu ini.

Untuk memberikan asupan gizi yang baik kepada anak, menurut Asisten Zakarias, harus dimulai saat anak masih dalam kandungan ibu. Sehingga, ibu hamil pun harus mendapat asupan gizi yang baik.

“Secara praktis, kalau ibu hamil makan, makannya untuk dua orang. Selain untuk sang ibu, juga untuk janin yang masih dalam kandungan ibu”, katanya.

Selanjutnya, kata Asisten Zakarias, asupan gizi yang baik diberikan pula kepada bayi dan anak bawah lima tahun (balita).

“Kalau bayi dan balita tidak diberi asupan gizi yang baik, pertumbuhan bayi dan balita tersebut akan terhambat, dan tidak sehat. PMT ini bisa membantu”, kata mantan Asisten I pada Setkab Belu ini.

Dalam pengalamannya, saat masih menjabat camat di Kabupaten Belu, Asisten Zakarias mengaku selalu omong kepada Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) tentang peningkatan gizi keluarga.

Hal lain yang ditekan Asisten Zakarias adalah budidaya tanaman marungga. “Para kepala desa mulai besok harus perintahkan masyarakat untuk tanam marungga di halaman rumah. Sebab, marungga sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kalau makan marungga terus-menerus, nantinya pertumbuhan anak tidak pendek seperti saya, yang saat ini lebih dikenal dengan stunting”, demikian Asisten Zakarias melucu.

Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Malaka Maria Theresia Un Manek-Asa dalam sambutannya mengharapkan PMT dapat membantu memperbaiki kesehatan ibu dan anak.

“Kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat harus diperhatikan”, katanya.

Theresia juga mengingatkan orangtua di rumah dan para guru di sekolah untuk menjaga kesehatan anak. Antara lain, cuci tangan menggunakan sabun sebelum makan.

Acara Launching ini ditandai dengan atraksi cuci tangan menggunakan sabun, pemberian makanan tambahan secara simbolis kepada sembilan perwakilan penerima PMT, yakni ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak PAUD dan anak SD.

Program PMT ini merupakan program kerja rutin TP-PKK Propinsi NTT selama satu tahun ke depan. Anggarannya bersumber dari PMD Propinsi NTT.

Nantinya, yang menjadi sasaran adalah PAUD Nikolaus Jaya dan TK Kuntum Tamiru sebanyak 69 anak, SDK Loomota 96 anak, SDK Umatoos 152 anak, SDK Beilot 69 anak, ibu hamil/menyusui 23 anak dan bayi/balita 41 orang.

Dalam launching ini, Asisten I Zakarias Nahak dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didaulat untuk memberikan makanan tambahan kepada para perwakilan penerima PMT.

Pimpinan OPD yang didaulat, antara lain Kadis Kominfo Kabupaten Malaka Brinsyna Elfrida Klau, Kadis Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak (P2KBPPA) Kabupaten Malaka Yosefina Bete Manek, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Agustinus Nahak, Camat Malaka Barat Efraim Bria Seran dan Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Malaka Maria Theresia Un Manek-Asa.

Selain itu, tampak hadir Kadis Pariwisata Rofinus Bau, Plt. Kepala Kesbangpol Gaudensius Klau, Danramil Rinhat, para kepala desa se-Kecamatan Malaka Barat, beberapa kepala sekolah, para tokoh masyarakat dan anak-anak SDK Umatoos.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar