oleh

PLBN Motamasin Butuh Alat Pemusnah Babi Korban Virus ASF

MOTAMASIN, TIMORline.com-Pihak Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin Desa Alas Selatan Kecamatan Kobalima Timur Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan tidak adanya inseminator atau alat pemusnah barang bukti berupa babi korban virus African Swinne Fever (ASF) dan barang bukti lainnya.

Keluhan itu disampaikan Administrator PLBN Motamasin Reynold Uran dalam Rapat Lintas Negara di Aula PLBN Motamasin, Jumat (28/02/2020).

Rapat Lintas Negara ini dihadiri pihak terkait, yakni CIQ (Custom, Immigration, Quarantine/Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina), TNI-Polri dan CIQ Timor Leste.

Reynold menjelaskan, dengan adanya alat pemusnah barang bukti dimaksud, pihaknya tidak lagi membakar barang bukti tapi dimusnakan melalui mesin tersebut.

Sadar akan keterbatasan fasilitas tersebut, berbagai antisipasi dilakukan. Antara lain melakukan kerjasama dengan pihak Koramil Kobalima.

Atas kerjasama tersebut, jelas Reynold, pihak Koramil Kobalima membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita ingatkan masyarakat supaya babi yang mati dikubur dengan kedalaman lubang sekian meter. Tidak boleh buang di sembarang tempat. Sehingga, tidak berdampak negatif bagi masyarakat setempat”, tandas Reynold.

Menurut Reynold, sebelumnya pihak PLBN Motamasin melarang warganegara Timor Leste di Distrik Covalima membawa masuk babi ke wilayah Indonesia. Sebaliknya, saat ini warganegara Indonesia yang dilarang membawa keluar babi ke wilayah Timor Leste.

“Ini sudah dipastikan Karantina Pertanian”, kata Reynold.

Mengutip informasi pihak Karantina Pertanian, Reynold bilang, NTT dan Timor Leste itu satu daratan. Sehingga, kemungkinan besar Malaka juga bisa kena virus ASF.

“Untuk sementara, Pemerintah Kabupaten Belu di daratan Timor yang menyatakan virus ASF sudah masuk di wilayahnya. Sedangkan di Kabupaten Malaka ada ribuan babi yang mati tetapi belum ada uji laboratorium”, demikian Reynold.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed