oleh

Polres Malaka Incar Bandar Kupon Putih

BETUN, TIMORline.com-Pihak Polres Malaka yang berada di bawah wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergerak mengendus para penjudi kupon putih di Kabupaten Malaka.

Yang menjadi komitmen dan diincar Polres Malaka saat ini adalah para bandar judi kupon putih.

“Kita senang menangkap yang bos-bos itu. Besar-besar itu jadi target kita. Kita mau yang itu. Kecil-kecil juga, tapi maunya yang bos-bos itu”, demikian Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno yang dimintai keterangannnya melalui Kasat Reskrim Iptu Yusuf di kantornya di kawasan Umakatahan, Betun, Rabu (26/02/2020).

Komitmen ini disampaikan Kasat Yusuf menyusul penangkapan dan ditersangkakannya seorang pengedar kupon putih di wilayah hukum Polsek Wewiku, kemarin.

Tersangka yang berinisial IB itu berumur 45 tahun. Dia adalah warga Dusun Bekeng Desa Alkani Kecamatan Wewiku.

Bersama IB, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp110.000, dua lembar kertas ramalan, dua lembar kertas rekapan kupon berwana ping dan kuning bertuliskan angka, satu buah heacter dan satu buah HP merk Asiafone berwarna hitam.

Kasat Yusuf menjelaskan, penangkapan tersangka saat itu terlalu cepat. Sebab, saat ditangkap, tersangka masih bilang dia mau setor ke bos.

“Bos yang itu tu. Hanya tidak sebut nama. Nama bos itu disebut saat pemeriksaan. Mungkin N, nama jelasnya ada di berkas, di Kanit Reskrim Malaka Tengah”, kata Kasat Yusuf.

Ditegaskan, untuk menangkap para bandar judi kupon putih di Malaka perlu bukti. Alat bukti itulah yang dipakai untuk memintai pertanggungjawaban hukum para bandar judi.

“Perbuatan mereka kalau sebagai mata pencaharian tetap berarti masuk Pasal 303 KUHP”, demikian Kasat Yusuf.
Di tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 110.000, 2 lembar kertas ramalan, 2 lembar kertas rekapan kupon berwana ping dan kuning bertuliskan angka, 1 buah heacter dan 1 buah HP merek Asiafone berwarna hitam.

Baca Juga:  Padma Indonesia Lapor PT. Panggung Guna Ganda Semesta

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar